JP Radar Kediri – Satu rumah di Dusun Bangsongan, Desa Bangsongan, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri, ludes dilalap api, Jumat (7/8) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting pada kendaraan di garasi itu menghanguskan seluruh isi rumah milik milik Anas Muladi, 60.
Api juga membakar lima unit kendaraan. Menjadikan kerugian yang sangat besar, mencapai Rp 1 miliar.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, laporan kebakaran diterima Pos Damkar Pare sekitar pukul 20.24. Melalui UPT Damkar Kota Kediri.
Baca Juga: Kebakaran di Kabupaten Kediri Melonjak 124 Persen, Ini Penyebabnya
"Setelah menerima informasi, petugas langsung melakukan persiapan dan meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman," ujarnya.
Menurut Kaleb, rumah tersebut dihuni tiga orang. Dalam kejadian itu, satu penghuni bernama Anas Muladi mengalami luka berat dan telah dilarikan ke RS Aura Syifa untuk mendapatkan perawatan. Sementara dua penghuni lainnya selamat.
Api menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta perabot rumah tangga. Selain itu, lima kendaraan yang berada di garasi turut terbakar, terdiri atas dua truk, dua minibus, satu jeep, serta dua sepeda motor.
"Hasil pendataan sementara, kerugian diperkirakan sekitar Rp 1 miliar, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan nilainya sekitar Rp 600 juta berupa bangunan," jelasnya.
Baca Juga: Kebakaran di Area PG Ngadirejo, Damkar Berjibaku Hampir Empat Jam Jinakkan Api
Sebanyak empat unit mobil pemadam diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api, terdiri atas dua unit dari Pos Damkar Pare, satu unit dari Pos Damkar Grogol, serta satu unit bantuan dari Damkar Kota Kediri. Total sekitar 17 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.
Kaleb menyebut, dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting pada salah satu kendaraan yang berada di garasi. Titik api pertama kali muncul di area tersebut sebelum merambat ke bagian tengah rumah.
"Untuk penyebab pastinya masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat terkait," katanya.
Selama proses pemadaman, petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi guna mencegah kebakaran semakin meluas.
Sementara itu, tetangga korban, M. Tohri, mengatakan kobaran api pertama kali terlihat dari garasi rumah korban. Saat ia keluar rumah, api sudah membesar dan menjalar ke bangunan utama.
"Titik apinya dari garasi. Alhamdulillah tidak sampai menyambar rumah saya yang berdempetan. Padahal di depan rumah korban juga ada pom mini," ujarnya.
Kaleb mengimbau masyarakat lebih waspada selama musim kemarau dengan rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan penyimpanan bahan bakar, seperti bensin dan solar, dilakukan di tempat yang aman untuk meminimalkan risiko kebakaran. (*)
Editor : Mahfud