JP Radar Kediri – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri menjalani hari yang sibuk pada Minggu (19/7).
Dalam sehari, petugas menangani tiga kejadian kebakaran di dua kecamatan, yakni Ngadiluwih dan Ngasem.
Selain itu, petugas juga mendapat 'bonus' tugas. Yaitu melakukan evakuasi seekor biawak yang masuk ke rumah warga di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 10.50 WIB di Dusun Slumbung, Desa Slumbung, Kecamatan Ngadiluwih.
Api membakar tumpukan sepah tebu milik H. Roni. Berdasarkan hasil penelusuran petugas, api berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi, kemudian merembet ke tumpukan sepah tebu akibat tiupan angin.
Tim Damkar Pos Ngadiluwih dibantu Pos Pare mengerahkan dua unit armada dengan enam personel.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.50 WIB. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 50 juta, sedangkan aset senilai sekitar Rp 350 juta berhasil diselamatkan.
Belum lama berselang, sekitar pukul 14.32 WIB, kebakaran kembali terjadi di lahan tebu milik Diah di Dusun Sumber, Desa Doko, Kecamatan Ngasem. Api diduga kembali dipicu aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.
Cuaca panas disertai angin kencang membuat api cepat menjalar hingga membakar sekitar 700 meter persegi lahan tebu.
Petugas Damkar Pos Grogol menerjunkan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter bersama lima personel.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40 WIB. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 8 juta, sementara aset sekitar Rp 50 juta berhasil diselamatkan.
Pada sore harinya, sekitar pukul 17.31 WIB, kebakaran kembali terjadi di rumah milik Roib Fahrurozi di Dusun Joho, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem.
Dugaan sementara, api berasal dari tungku kayu yang digunakan untuk merebus air.
Pemilik rumah lupa mematikan tungku sebelum pergi ke rumah orang tuanya sehingga api merembet ke tumpukan kayu dan barang-barang yang mudah terbakar.
Proses pemadaman melibatkan Damkar Pos Grogol dan satu unit Damkar Kota Kediri.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.48 WIB. Bangunan seluas sekitar 6 x 12 meter terdampak kebakaran dengan estimasi kerugian Rp 20 juta, sedangkan aset senilai sekitar Rp 150 juta berhasil diselamatkan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam seluruh kejadian kebakaran tersebut.
"Mayoritas kejadian dipicu kelalaian saat melakukan pembakaran sampah maupun penggunaan api di rumah. Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terlebih saat cuaca panas dan berangin, serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," ujar Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Di sela penanganan kebakaran, petugas Damkar Pos Grogol juga mengevakuasi seekor biawak sepanjang sekitar 50 sentimeter dengan berat sekitar satu kilogram dari bawah kitchen set rumah warga di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem.
Evakuasi berlangsung aman menggunakan tongkat penangkap dan sarung tangan tanpa menimbulkan korban.(*)
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri