JP Radar Kediri – Musim kemarau mulai memicu meningkatnya kejadian kebakaran di Kabupaten Kediri.
Dalam rentang Jumat (17/7) malam jelang diri hari hingga Sabtu (18/7) sore, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri harus menangani empat kebakaran di lokasi berbeda. Dua di antaranya merupakan kebakaran rumah, sedangkan sisanya kebakaran lahan tebu dan rumpun bambu.
Insiden pertama terjadi di Dusun Pule, Desa Karangpakis, Kecamatan Purwoasri, Jumat (17/7) malam. Sebuah rumah terbakar diduga akibat korsleting listrik.
Saat kejadian, pemilik rumah tengah tertidur sehingga tidak mengetahui munculnya api di ruang tengah.
Laporan diterima sekitar pukul 22.05 WIB dan petugas Pos Damkar Pare berhasil memadamkan api sekitar pukul 00.10 WIB dini hari.
Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta. Namun petugas masih berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp 100 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Tebu di Mojo Telan Satu Korban Jiwa, Ini Kronologinya!
Sabtu (18/7), tiga kebakaran kembali terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kebakaran pertama melanda lahan tebu di Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang merembet ke area tebu. Damkar Pos Pare mengerahkan dua armada dengan enam personel untuk memadamkan kobaran api. Kerugian akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
Tak lama kemudian, petugas menerima laporan kebakaran rumpun bambu di Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas.
Dugaan sementara, api juga berasal dari pembakaran sampah warga yang kemudian merembet ke rumpun bambu.
Berbekal satu armada dan tiga personel, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke permukiman warga.
Di saat penanganan masih berlangsung, laporan kebakaran rumah kembali masuk dari Dusun Maron, Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul.
Rumah milik warga terbakar diduga akibat korsleting listrik. Petugas Pos Damkar Pare langsung bergerak ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.10 WIB. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta, sementara aset senilai sekitar Rp 150 juta berhasil diselamatkan.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, sebagian besar kebakaran yang ditangani dipicu aktivitas pembakaran sampah dan dugaan korsleting listrik.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama di musim kemarau ketika kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas,” ujarnya.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri