KEDIRI, JP Radar Kediri – Seorang pelajar berinisial MZZH, 11, warga Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan meninggal dunia secara mengenaskan.
Dia tenggelam di bekas galian C yang ada di Desa/Kecamatan Tarokan.
Sekitar pukul 08.30 MZZH bersama AFMY, 13, warga Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan pergi ke bekas tambang itu untuk memancing.
“Mereka sampai di lokasi sekitar pukul 09.00 dan langsung mancing bersama dengan duduk bersebelahan,” ujar Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo.
Lima menit setelahnya korban bergeser ke tempat yang lain. Saat berpindah korban sempat diingatkan oleh AFMY agar tidak masuk ke air. Mengingat keadalaman yang cukup tinggi.
Baca Juga: Persiapkan Pladu di Sungai Brantas, Seorang Warga Kediri Tenggelam, Ini Yang Dilakukan BPBD!
Namun korban tak mendengarkan peringatan temannya itu. MZZH tetap nekat masuk ke dalam air dengan berdalih bisa berenang.
“Korban masih terus menjajagi kedalaman air, tak berselang lama di ketahui korban sudah kalap ke air atau tenggelam,” imbuh Priyo.
Melihat hal tersebut AFMY berteriak meminta tolong dan pemancing yang lain datang untuk menolong. Akan tetapi korban sudah terlanjur masuk ke air.
“(saksi AFMY, Red) pulang dan memberitahukan hal tersebut kepada pelapor (Imam Sahroni, Red),” tandasnya.
Sahroni lantas menghubungi orang tua korban dan memberitahukan bahwa jika anaknya telah tenggelam.
Mendapati laporan tersebut, petugas kepolisian dan BPBD Kabupaten Kediri langsung bergegas ke lokasi.
Beruntungnya, korban dapat ditemukan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Yaitu sekitar pukul 12.15 WIB. Nahas, kondisinya sudah tidak bernyawa.
Baca Juga: Terpeleset saat Mancing, Bocah Tenggelam di Sungai Kolokoso, Ini Kronologi Lengkapnya!
“(hasil penyelidikan, Red) tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Dipastikan korban meninggal murni akibat tenggelam,” pungkas Priyo.
Pihak keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Sehingga menolak untuk dilakukan aoutopsi dan akan segera memakamkan korban.
Insiden ini menjadi pengingat agar orang tua dan anak lebih berhati-hati.
Di musim libur sekolah ini boleh saja mencari pengalaman atau kesibukan. Asalkan tetap menjaga keamanan diri sendiri.
Editor : Andhika Attar Anindita