KEDIRI, JP Radar Kediri – Kebakaran yang terjadi di MTsN 1 Kota Kediri Jumat (12/6) malam belum diketahui penyebab pasti. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, ada kemungkinan awal mula percikan api dari hubungan pendek atau korsleting listrik.
Demikian pula dengan taksiran kerugian yang ditimbulkan. Masih sebatas taksiran sementara. Nilai taksiran kerugian itu mencapai Rp 1, 3 miliar.
Soal dugaan penyebab kebakaran itu, polisi telah meminta keterangan beberapa saksi. Pernyataan mereka mengarah pada kemungkinan korsleting di ruang tata usaha (TU).
Baca Juga: Api Melalap MTs Negeri 1 Kota Kediri, Dua Ruangan Terbakar
“Sementara masih dalam tahap penyelidikan. Tapi dugaan sementara ada korsleting listrik,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata.
Ditanya terkait taksiran kerugian, bapak dua anak itu menyebut belum bisa menyimpulkan. Mengingat proses penyelidikan masih terus berlangsung. Termasuk proses inventarisasi total kerugian.
“Belum ada laporan (dari pihak sekolah), jadi kerugian belum kami inventarisir,” dalihnya.
Di lain sisi, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Kediri Dhani Adi Projo menyebut jika pihaknya mendapat laporan kebakaran sekira pukul 17.32. Penanganan pun baru dilakukan pukul 17.42.
Baca Juga: Wawali Gus Qowim Tinjau Kebakaran MTsN 1 Kota Kediri, Pastikan KBM Akan Tetap Berjalan
“Sementara api baru benar-benar padam tepat pukul 20.45,” ujar pria yang akrab disapa Dhani itu.
Terkait lokasi yang terbakar pihaknya menyebut ada seluas 10 meter x 30 meter. Itu dari total keseluruhan luas bangunan 11.000 meter.
“Dengan total kerugian mencapai Rp 1,3 miliar. Sedangkan aset yang bisa terselamatkan ada Rp 50 miliar,” pungkasnya.
Baca Juga: Rehab Puskesmas Tiron yang Terkena Kebakaran Telan Ratusan Juta: Target Perbaikan Tuntas Tahun Ini
Sementara itu, pihak MTsN 1 Kota Kediri meminta agar wali murid tidak terlalu cemas dengan dampak kebakaran. Sebab, insiden tersebut tidak mengganggu aktivitas maupun layanan administrasi. Bahkan, seluruh data dan arsip penting juga aman. Karena sekolah memiliki sistem pencadangan atau back up.
“Dokumen fisik mungkin ada yang berada di lokasi, tetapi seluruh data digital sudah kami back up dan tidak hanya disimpan di satu tempat,” terang Kepala MTsN 1 Kota Kediri Anwar Fauzi.
Anwar juga menegaskan bahwa buku induk siswa dan berbagai dokumen penting lainnya telah dipastikan dalam kondisi aman. Pihak sekolah telah melakukan pengecekan.
Baca Juga: UPTD Puskesmas Tiron Kediri Ludes Dilalap si Jago Merah, Begini Kronologi Kebakaran
Ia menambahkan, masyarakat, khususnya siswa dan wali murid, tidak perlu khawatir terhadap dampak kebakaran tersebut. Pasalnya, proses SPMB di MTsN 1 Kota Kediri telah selesai. Sehingga tidak ada gangguan terhadap tahapan penerimaan peserta didik baru.
Selain itu, kegiatan belajar mengajar siswa juga dipastikan tetap berjalan normal. Pihak sekolah tengah melakukan penanganan pascakebakaran serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemulihan fasilitas yang terdampak.
Kebakaran di sekolah ini terjadi Jumat petang. Awalnya diketahui oleh Mohammad Faqih Imani, satpam sekolah.
Baca Juga: Memasuki Musim Kemarau, Kebakaran Lahan Mengintai, Ini Pesan BPBD Kota Kediri!
Asap hitam yang disebabkan api berasal dari ruang TU. Ketika didatangi juga terdengar suara gemeretak. Saksi pun tak berani masuk ruangan.
“Saksi bersama temannya mencoba memadamkan api dengan alat seadanya namun tak kunjung padam. Kemudian saksi langsung menghubungi kepala sekolah dan pihak damkar,” terang pihak kepolisian.
Pihak damkar menerjunkan sedikitnya lima unit mobil. Terdiri dari supply, Isuzu, Ziegler, Karba, dan Rescue. Itu semua dikerahkan agar api di lokasi kejadian bisa segera padam.
Baca Juga: Kebakaran Kantin dan Koperasi RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri, Begini Kronologi Lengkapnya!
Akibat kebakaran itu, dua rungan hangus terbakar. Selain ruang TU yang menjadi asal api, si jago merah juga melahap ruang kepala madrasah.
Editor : Andhika Attar Anindita