KEDIRI, JP Radar Kediri– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tugurejo mengebut pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pengelola tengah berupaya melengkapi syarat itu sebagai tindak lanjut kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa beberapa waktu lalu.
Salah satu pembenahan yang dilakukan yakni perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di lokasi dapur makan bergizi gratis (MBG).
Perbaikan tersebut diharapkan menjadi bagian evaluasi agar operasional dapat kembali berjalan.
Kepala Desa Tugurejo Agung Witanto mengatakan proses pembenahan sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut laki-laki yang merupakan pihak mitra SPPG itu, IPAL yang sebelumnya menjadi perhatian kini telah selesai diperbaiki. Juga telah dilengkapi filter.
Selain itu, sejumlah dokumen persyaratan untuk pengajuan SLHS juga telah dilengkapi dan diserahkan.
“Perbaikan IPAL sudah selesai dan sudah ada filternya. Kemarin syarat SLHS juga sudah diambil untuk dilengkapi,” ujar Agung.
Dia berharap operasional SPPG Tugurejo bisa segera kembali berjalan. Pasalnya, banyak sekolah yang menunggu distribusi program MBG.
Bahkan, menurut dia, ada sejumlah sekolah lain yang sebelumnya juga meminta dropping makanan dari SPPG Tugurejo.
Ke depan, pengelola disebut berkomitmen melakukan pembenahan internal dengan memperhatikan petunjuk teknis.
Serta pembagian tugas masing-masing agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menegaskan proses pemenuhan SLHS masih berjalan.
Menurut dia, saat ini masih terdapat beberapa dokumen yang perlu dilengkapi pihak pengelola SPPG Tugurejo.
“Masih ada kekurangan beberapa dokumen,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Ahmad khotib melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Ika Tjandra Kusuma.
Sebelumnya, enam siswa RA dan MI Atta’awun mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (27/4).
Para siswa mengalami keluhan mual, muntah, hingga diare. Berdasarkan hasil uji laboratorium, sampel muntahan korban dinyatakan positif mengandung bakteri bacillus cereus.
Pascakejadian itu, distribusi MBG dari SPPG Tugurejo dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan SLHS terpenuhi.
Editor : Andhika Attar Anindita