KEDIRI, JP Radar Kediri - Dampak tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam meluas ke operasional perjalanan kereta api (KA). Termasuk perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) yang ada di Stasiun Kediri.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Stasiun Kediri Sifion Aris Wibowo. Dia menyebut jika dua perjalanan kereta menuju Jakarta pada Senin (27/4) malam hingga Selasa (28/4) dibatalkan.
“Semalam (Senin, Red) keberangkatan dari Jakarta ada pembatalan untuk KA (kereta api, Red) Singasari relasi Pasar Senen - Blitar,” ujar pria yang akrab disapa Aris. Tak hanya itu, pada Selasa (28/4) juga ada pembatalan KA Singasari relasi Blitar - Pasar Senen keberangkatan pukul 17.30.
Baca Juga: Ratusan Ribu Pemudik Gunakan Kereta Api, Ini Kenaikannya Dibandingkan Tahun Lalu!
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, ada sekitar 23 tiket kereta yang dibatalkan untuk berangkat menuju Jakarta. Pemberitahuan pembatalan ini juga sudah dilakukan sejak malam hari. Sehingga dipastikan tidak ada penumpang yang sampai datang ke Stasiun Kediri.
Masih menurut Aris, pihak KAI sengaja membatalkan perjalanan KAJJ untuk mendukung proses evakuasi. Juga memastikan keselamatan jalur yang dilalui oleh penumpang kereta api. “Sehingga dengan begitu, saat ini petugas mengubah pola operasi secara besar-besaran,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bagi para pelanggan yang terdampak KA dibatalkan dapat melakukan pembatalan tiket di masing-masing stasiun keberangkatan. Dengan pengembalian bea sebesar 100%. Proses pembatalan dapat dilayani hingga H+7.
Baca Juga: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Favorit, Ini Kata Penumpang!
Untuk diketahui, KAJJ Argo Bromo Anggrek menabrak commuter line atau KRL di dekat Stasiun Bekasi Timur. Akibat peristiwa itu hingga kini ada 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
“Hingga kini petugas gabungan juga masih terus melakukan evakuasi korban,” tandasnya. Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai Basarnas, TNI, Polri hingga tim medis yang bergerak cepat di lokasi kejadian.
KAI juga menyampaikan duka mendalam sekaligus permohonan maaf kepada pelanggan atas insiden tersebut.
Baca Juga: Kronologi Warga Kecamatan Kunjang Kediri Tertemper Kereta Api di Papar
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus tindakan yang dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ditanya terkait kurun waktu pembatalan keberangkatan menuju Jakarta, Aris menyebut jika hanya dilakukan hari ini. Dia optimis jika perjalanan KAJJ besok sudah bisa aktif kembali.
“Hanya hari ini (pembatalan keberangkatan, Red). Dipastikan besok sudah bisa beroperasi kembali,” tegasnya.
Diakuinya, musibah tersebut membuatnya khawatir. Dia pun turut memastikan tak ada penumpang yang terlantar di Stasiun Kediri. “Alhamdulilah saya tadi pastikan tidak ada. Karena pemberitahuan sudah dilakukan sejak malam,” tandasnya.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Stasiun Kediri pada Selasa siang terpantau sepi. Tak ada lalu lalang penumpang yang membawa barang banyak dan berpergian jauh. Mayoritas mereka hanya pergi ke wilayah Surabaya dan Malang.
Di lain sisi, Nisa, 25, warga Kecamatan Kota, Kota Kediri menjadi salah penumpang yang terpaksa membatalkan keberangkatannya ke Surabaya. Dia menyebut pemberitahuan pembatalan berangkat sudah dilakukan sejak ada informasi kecelakaan tersebut.
“Kebetulan saya berangkat hari ini (Selasa, Red). Begitu malem dapat kabar kecelakaan dan bisa di refund langsung saya refund. Memang bisa kembali 100 persen uangnya,” papar Nisa.
Dia pun ikut berbela sungkawa sekaligus bersyukur karena masih diberi keselamatan. Juga kesempatan untuk hidup. “Pastinya bersyukur, tidak jadi berangkat tidak masalah. Karena keselamatan nomor satu,” pungkasnya sembari melempar senyum.
Editor : Andhika Attar Anindita