Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Bendung Gerak Waruturi, Polisi Korban Hanyut dari Tulungagung

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 11 April 2026 | 15:51 WIB
Mayat Perempuan Ditemukan di Bendung Gerak Waruturi, Gampengrejo, Kediri. (istimewa)
Mayat Perempuan Ditemukan di Bendung Gerak Waruturi, Gampengrejo, Kediri. (istimewa)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Sesosok mayat perempuan ditemukan di aliran Sungai Brantas, tepatnya di pintu air Bendung Gerak Waruturi, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Sabtu (11/4) pagi. 

Penemuan itu langsung ditindaklanjuti petugas Polsek Gampengrejo bersama tim gabungan. Korban diketahui bernama Putri Cindya Antika, 25, warga asal Kalimantan Barat yang berdomisili di Tulungagung. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah hanyut selama beberapa hari sebelum ditemukan.

Kapolsek Gampengrejo AKP Irfan Widodo mengatakan, informasi penemuan mayat diterima sekitar pukul 07.50 dari petugas bendung. Petugas kemudian menuju lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD serta Basarnas untuk proses evakuasi.

Hasil penelusuran mengarah pada laporan orang hilang di wilayah Tulungagung beberapa hari sebelumnya. Identitas korban akhirnya dipastikan setelah dilakukan koordinasi lintas wilayah dan pengecekan ciri-ciri oleh pihak keluarga.

Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kediri Jalani Rikkes Berkala

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim dokter dan Inafis, korban meninggal dunia diduga akibat hanyut di Sungai Brantas selama sekitar tiga sampai empat hari dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar AKP Irfan Widodo.

Sebelumnya, korban dilaporkan menceburkan diri ke Sungai Brantas di wilayah Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung pada Kamis (9/4). Petugas sempat menemukan tas milik korban berisi surat berpamitan kepada keluarga.

Pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Tulungagung dan Basarnas Trenggalek dengan menyusuri aliran sungai, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan di wilayah Kediri.

Setelah proses identifikasi, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya. Keluarga juga menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Jenazah sudah dibawa keluarga," jelasnya. (sad)

Editor : Andhika Attar Anindita
#Bendung Gerak Waruturi #kediri #mayat perempuan #Tulungangung #hanyut