KEDIRI, JP Radar Kediri – Penemuan mayat pria tanpa identitas di aliran Sungai Brantas, Kecamatan Papar, masih menyisakan misteri.
Hingga Jumat (10/4), identitas korban belum berhasil diungkap. Petugas masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri untuk proses visum.
Untuk diketahui, mayat tersebut pertama kali ditemukan pada Rabu (8/4) sekitar pukul 12.30.
Baca Juga: Toko Pakan Ternak di Mojoroto Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp 2 Milyar, Ini Kronologinya!
Lokasinya berada di bawah jembatan Papar–Kelutan, Desa Papar, Kecamatan Papar.
Saat itu, saksi Supriadi, 42, warga Dusun Papar Selatan, sedang mencari rumput di sekitar lokasi.
Dia kemudian melihat sesosok tubuh mengapung dan tersangkut di tiang pancang jembatan.
Mengetahui hal tersebut, saksi bersama perangkat desa setempat, Whili Bima Pratama, 30, langsung melakukan pengecekan.
Setelah dipastikan merupakan mayat, keduanya segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Papar.
Petugas yang datang ke lokasi kemudian berkoordinasi dengan pihak desa untuk melakukan evakuasi.
“Setelah dicek, benar itu mayat laki-laki tanpa identitas. Posisinya tersangkut di tiang pancang jembatan,” ujar Kapolsek Papar AKP Sriati.
Dari hasil evakuasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tanpa mengenakan pakaian.
Tidak ditemukan identitas apapun pada tubuh korban. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kediri guna dilakukan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematian.
Polisi hingga kini masih berupaya mengungkap identitas korban.
Petugas melakukan penelusuran kemungkinan adanya laporan orang hilang di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau segera melapor ke pihak berwajib.
Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut. Polisi belum dapat memastikan apakah ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.
“Jika tetap belum diketahui siapa identitasnya, maka akan dimakamkan sebagai Mr X,” jelasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita