KEDIRI, JP Radar Kediri – Masyarakat, setidaknya, bisa berlebaran dengan perasaan tenang. Menyusul kabar bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi berada di level aman. Bahkan hingga akhir tahun ini, pasokan dipastikan bisa lancar.
“Insya Allah (stok aman) sampai akhir 2026. Karena kami selalu kontinu setiap hari sehingga stok aman. Termasuk bahan baku juga,” jelas Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Regional Kediri Anwar Hidayat ketika diwawancarai kemarin (12/3).
Penegasan terkait stok BBM dan elpiji di level aman juga diberikan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.
Bahkan, ketika terjadi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah seperti sekarang. Menurutnya, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan dan distribusi BBM bagi masyarakat tetap aman dan terkendali.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dipastikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” ujar lelaki yang akrab disapa Ahad ini.
Menurutnya, ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan dan ditambah pola build up stock yang sudah dijalankan jelang bulan Ramadan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tidak perlu panik. Beli BBM sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.
Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk di Rumah Warga Ngasem Kediri, Diduga karena Gas Elpiji Bocor
Sementara itu, kemarin Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri, bersama Pertamina, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua stasiun pengsisian bulk elpiji (SPBE).
Hasilnya, harga elpiji subsidi 3 kilogram (kg) dipastikan masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
“Kami bersama Pertamina meninjau dua SPBE yang ada di Kota Kediri. Baik yang ada di Kelurahan Ketami maupun di Kelurahan Blabak. Itu untuk memastikan bahwa ketersediaan stok elpiji 3 kilogram aman dan harganya tidak ada kenaikan sampai dengan Hari Raya. Yaitu Rp 18 ribu per tabung,” ujar Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan.
Untuk diketahui, peninjauan itu berlangsung mulai pukul 11.00 dengan lokasi pertama ada di SPBE Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren.
Di sana, petugas tak hanya memeriksa terkait stok, tetapi juga kualitas dari gas elpiji tersebut. Itu kaitannya dengan timbangan. “Alhamdulillah kondisinya bagus. Tidak ada yang di bawah standar,” imbuhnya.
Baca Juga: BBM Non Subsidi Naik, Pemkot Kediri Cek Berkala SPBU. Ini Pengawasan Yang Dilakukan!
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, selain memeriksa stok, petugas Disperdagin juga mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin menjadi keresahan masyarakat. Itu kaitannya dengan pengawasan Pertamina terhadap gas elpiji yang sampai kepada masyakat.
“Ini mungkin menjadi pengetahuan baru bahwa pengawasan Pertamina itu hanya sampai ketika tiba di pangkalan. Ketika sudah masuk ke pengecer itu sudah bukan tanggung jawab dari Pertamina,” bebernya.
Lalu terkait kandungan gas didalamnya memang tidak ada masa expired-nya. Hanya saja tabung yang digunakan memiliki jangka waktu penggunaan selama lima tahun.
Bisa jadi sebelum lima tahun kondisi tabung sudah ada yang rusak. Sebaliknya jika dalam waktu lima tahun masih dalam kondisi bagus maka tetap perlu dilakukan retest 6 bulan sebelum jatuh tempo.
Baca Juga: BBM Non Subsidi Merangkak Naik, Ini Daftar Harganya Saat Ini!
“Untuk memastikan kualitas gas elpiji masih sesuai dengan standar sebaiknya masyarakat juga melakukan pemeriksaan dengan menimbang gas elpiji yang dibeli di pangkalan maupun pengecer,” tutur lelaki domisili Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri itu.
Sementara itu, rincian stok yang ada di SPBE Kelurahan Ketami saat ini ada sekitar 55 ton. Sedangkan untuk stok di SPBE Kelurahan Blabak ada 60 ton.
“Terkait stok ini selalu kontinu. Belum sampai habis selalu kami isi. Setiap hari ada mobil tangki masuk untuk menambah stok,” tambah Anwar Hidayat.
Editor : Andhika Attar Anindita