Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bahaya! BPOM Temukan Takjil Mengandung Pewarna Tekstil di Kota Kediri, Ini Lokasinya

Ayu Ismawati • Senin, 23 Februari 2026 | 20:09 WIB

WASPADA: Walikota Vinanda didampingi Walikota Gus Qowim saat melakukan sidak di tempat penjualan takjil.
WASPADA: Walikota Vinanda didampingi Walikota Gus Qowim saat melakukan sidak di tempat penjualan takjil.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Dinas Kesehatan Kota Kediri bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri melaksanakan pengujian laboratorium terhadap puluhan sampel takjil, Senin sore (23/2). Pengujian kualitas pangan yang bertempat di halaman Kejaksaan Negeri Kediri itu juga ditinjau oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha. Hasilnya, dari 56 sampel yang dikumpulkan dari beberapa sentra penjualan takjil, ada temuan makanan yang mengandung zat berbahaya untuk dikonsumsi.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, puluhan sampel makanan itu dikumpulkan dari beberapa sentra penjualan takjil. Di antaranya Jl Jaksa Agung Suprapto, GOR Jayabaya, dan Pasar Bandar. Dari sidak itu, ada temuan satu produk makanan yang mengandung pewarna tekstil jenis Rhodamin B.

“Tadi juga sudah diinformasikan kepada yang bersangkutan untuk tidak menjual makanan itu lagi karena memang makanan berupa kerupuk itu tadi berbahaya jika dikonsumsi,” kata Vinanda, ditemui di lokasi uji laboratorium, di halaman kantor Kejari Kota Kediri.

Adapun kerupuk mengandung Rhodamin B itu ditandai dengan warna merah terang. Selain itu, ketika disinari dengan sinar UV juga nampak memancarkan cahaya merah muda terang atau menujukkan tanda fluoresensi. Selain kerupuk itu, beberapa sampel yang diuji di antaranya sempol, cincau, berbagai minuman berwarna terang, basreng, chili oil, pentol, tahu bakso, dimsum, jelly, hingga cendol.

Terkait temuan itu, Vinanda mengimbau agar masyarakat, khususnya pedagang, tetap menjaga kualitas makanan yang dijual. Sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan makanan yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi. Khususnya selama bulan Ramadan ketika fenomena berburu takjil ini mengalami peningkatan.

“Tadi saya juga keliling sekitar sini, banyak masyarakat Kota Kediri yang berpuasa dan berburu takjil untuk berbuka puasa,” sambung Vinanda.

Sementara itu, Kepala BPOM Kediri Winanto menambahkan, zat kimia Rhodamin B dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan jika terus dikonsumsi. Termasuk gangguan penyakit kronis seperti kerusakan liver dan ginjal. Masih beredarnya makanan yang mengandung zat berbahaya itu pun menjadi atensi BPOM dan dinas kesehatan. Program-program keamanan pangan pun digencarkan untuk mengatasi isu tersebut.

“Tindaklanjutnya kami sudah datangi ke pedagangnya, kami lakukan komunikasi, informasi, edukasi agar produk tersebut tidak boleh dijual di sini,” ungkap Winanto.

Pendalaman informasi pun dilakukan untuk menelusuri distributor maupun pabriknya. Nantinya, intervensi juga akan dilakukan dengan melibatkan stakeholder terkait seperti dinas kesehatan. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#BPOM Kediri #takjil #Gus Qowim #dinas kesehatan kota kediri #badan pengawasan obat dan makanan #Vinanda Prameswati