KEDIRI, JP Radar Kediri- Hujan berdursasDesa Sumberejo mengakibatkan tanggul sungai tersebut jebol, Selasa (23/12).
Jebolnya tanggul tersebut berdampak luas terhadap lahan pertanian setempat. Sebagai antisipasi, pihak terkait bersama warga akan memasang tanggul darurat.
Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut membuat tanggul Sungai Hardisingat tidak mampu menahan tekanan air. Hingga akhirnya jebol.
“Akibat hujan deras dengan durasi lama di hulu sungai, tanggul Sungai Hardisingat di Desa Sumberejo mengalami jebol,” jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno.
Djoko merinci, tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 2,5 meter. Sementara itu, ketinggiannya mencapai sekitar 3 meter.
Air yang meluap kemudian menggenangi halaman rumah warga serta akses jalan dusun. Selain itu, luapan air juga berdampak pada lahan pertanian milik warga.
5Baca Juga: Penuh Haru! Warga Kediri Korban Kebakaran Apartemen Hongkong Tiba di Rumah Duka
“Lahan pertanian yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 10 hektare,” ujar Djoko.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Baik korban jiwa maupun luka. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal bersama pihak terkait.
Sebagai langkah awal, BPBD merekomendasikan perbaikan tanggul yang jebol guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Kebutuhan sementara untuk perbaikan tanggul tersebut meliputi sesek sebanyak 10 lembar, patok 20 buah, serta glangsing sekitar 1.200 lembar.
“Perbaikan tanggul menjadi prioritas agar tidak terjadi luapan susulan yang berpotensi memperluas dampak.
Terutama ke permukiman dan lahan pertanian warga,” tegas Djoko. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita