KEDIRI, JP Radar Kediri- Keluhan motor brebet alias ngadat setelah diisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite juga mulai banyak ditemui di Kota Kediri.
Kemarin, beberapa bengkel sepeda motor ramai didatangi masyarakat dengan keluhan sama. Yakni, motor mereka brebet atau ngadat setelah diisi pertalite.
Seperti dikatakan oleh Adril, pengemudi ojek online asal Gurah. Kemarin, motornya harus dia bawa ke bengkel karena tiba-tiba mati.
Insiden mati mesin itu terjadi sesaat setelah dia mengisi pertalite di SPBU Kelurahan Singonegaran, Pesantren. “Kendaraan tiba-tiba langsung mati, nggak bisa distater,” keluhnya.
Saat dicek di bengkel, ternyata terjadi kerusakan pada beberapa komponen kendaraan. Dia pun harus merogoh kocek yang tak sedikit.
Dia terpaksa mengganti kerusakan berupa rotak dan filter fuel pump motornya. Diduga, kerusakan itu disebabkan kualitas pertalite yang kurang bagus.
“Saya sempat ngecek, ditunjukkan juga (oleh mekanik). Dan baunya memang berbeda dari biasanya. Seperti ada alkoholnya,” lanjut pria yang harus membayar biaya perbaikan Rp 300 ribu itu.
Insiden motor ngadat kemarin membuat Adril tidak bisa bekerja selama tiga jam. “Next time mungkin ngisi pertamax saja kayaknya,” terangnya kecewa.
Sementara itu, Antok, salah satu mekanik di bengkel di Jl Kilisuci Kota Kediri mengatakan, hingga pukul 12.00 kemarin sudah ada 11 motor yang dibawa ke bengkelnya.
Bengkel tempatnya bekerja baru buka pukul 08.00. Selama empat jam beroperasi, belasan motor yang masuk mengeluhkan sama. Yakni, motor brebet atau ngadat dan sulit distarter.
“Kalau masih bisa jalan, rasanya kayak bensin mau habis (ngadat). Kalau yang parah sampai tidak bisa menyala,” terang Antok. Tak hanya kemarin, pada Senin (27/10) lalu juga ada empat kendaraan yang mengeluh brebet.
Untuk kendaraan yang belum sampai rusak, penanganan dilakukan dengan pengurasan tangki dan mengganti dengan pertamax.
Namun, tak sedikit yang sudah mengalami kerusakan komponen kendaraan. Beberapa harus mengganti busi kendaraan.
“Ada yang harus ganti pompa bahan bakar dan injector,” papar Antok sembari menyebut biaya penggantian suku cadang yang rusak itu bisa mencapai Rp 300–400 ribu.
Dalam kesempatan kemarin Antok juga menunjukkan kondisi BBM hasil pengurasan tangki sepeda motor pelanggan.
Jika idealnya BBM pertalite berwarna hijau, di bagian bawah muncul endapan cairan berwarna bening.
“Kayak ada lemak-lemaknya. Itu yang jadi penyumbat saluran bahan bakar,” tandas Antok sambil menunjukkan endapan cairan berwarna bening di botol.
Tak hanya di bengkel Jl Kilisuci, di bengkel AHASS Jl HOS Cokroaminoto juga banyak pemilik kendaraan yang mengeluh brebet.
Kepala Bengkel AHASS Jl HOS Cokro Aminoto Saputra mengatakan, dari total 45 unit motor yang diservis, ada 15 yang motornya ngadat setelah mengisi pertalite.
Mekanik pun melakukan treatment dengan menguras tangki dan mengganti busi motor. “Saat dicek, aroma BBM-nya sangat menyengat,” jelas Putra.
Mayoritas motor yang ngadat itu menurut Putra merupakan sepeda motor baru. Penggunaannya maksimal baru 1.000 kilometer. Motor kinyis-kinyis itu ngadat setelah diisi pertalite dan harus diganti businya.
Selain kemarin, menurut Putra pada Senin (27/10) lalu justru lebih banyak lagi sepeda motor yang ngadat. Jumlahnya sampai 18 unit sepeda motor.
“Minggu (26/10) kemarin juga ada (yang ngadat). Tapi hanya empat motor karena yang servis memang tidak banyak,” urainya sembari menyebut ada pemilik motor yang sampai beli pertamax di botol setelah tangki kendaraannya dikuras.
Editor : Andhika Attar Anindita