JP Radar Kediri-Kebakaran yang menimpa Toko Solo atau Toko Mulia di Jalan Dhoho Kediri pada Rabu malam lalu menghebohkan warga. Api pertama kali muncul sekitar pukul 20.00.
Hanya dalam hitungan menit, si jago merah langsung melalap seluruh bangunan toko. Asap putih memenuhi Jl Dhoho hingga mengganggu pandangan mata.
Ratusan warga menyemut menyaksikan proses pemadaman kebakaran yang berlangsung hingga dini hari kemarin.
kebaBaca Juga: Petugas Damkar Gabungan Kota dan Kabupaten Kesulitan Padamkan Kebakaran Toko Perabotan di Jalan Dhoho Kediri
“Menurut keterangan pemilik (jumlah kerugian) di kisaran antara Rp 2,5 sampai Rp 3 miliar,” lanjut Dhany terkait jumlah kerugian dari Sony Agung, 72, pemilik toko.
Ditanya tentang penyebab kebakaran, menurut Dhany lansia itu juga mengakui jika bencana tersebut akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Akibatnya, api dengan cepat membakar bangunan berukuran 8 x 45 meter itu.
“Bisa kita simpulkan sementara penyebabnya adalah arus pendek listrik korslet sejak pukul 19.00,” jelas Dhany sembari menyebut damkar baru mendapat laporan warga tentang kebakaran di toko perabot rumah tangga itu pukul 20.00.
Meski api berhasil dijinakkan pukul 02.30, menurut Dhany damkar terus siaga di lokasi hingga kemarin pagi. Apalagi, sekitar pukul 07.00 kembali muncul api di lokasi. Akibatnya, mereka kembali melakukan pembasahan hingga pukul 09.30.
Terpisah, Kasatpol PP Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetyo mengatakan, pemadaman api di Toko Mulia melibatkan tim gabungan dari Kota dan Kabupaten Kediri. Selain empat mobil PMK dari Kota Kediri, ada empat mobil PMK di Kabupaten Kediri. Ada pula dua mobil PMK dari PT Gudang Garam, dua tangki milik dinas lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan (DLHKP). Hingga, satu mobil water canon milik Polres Kediri Kota dan water canon milik Brimob Detasemen C Kediri ikut diterjunkan.
“Sepuluh regu kami turunkan semua. Jika biasanya piket itu empat regu, ini diturunkan semua. Kemudian kita melakukan kerja sama dengan pemkab, dikirimkaan empat langsung dari markas komando dari seluruh pos,” ungkap Paulus ditemui di lokasi kejadian pada Rabu malam.
Diakui Paulus, pemadaman api juga sulit karena di dalam bangunan banyak bahan-bahan yang mudah terbakar. Terutama peralatan rumah tangga dari plastik dan sejenisnya.
Meski kerugian mencapai miliaran rupiah, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Saat kebakaran terjadi, pemilik toko sudah pulang. Jadi toko dalam kondisi kosong,” tutur Khalimi Zuhdi, 55, pemilik permak pakaian di dekat Toko Mulia.
Kronologi Kebakaran di Jalan Dhoho:
-Toko Muliya atau Toko Solo di Jl Dhoho yang menjual perabot rumah tangga tutup pukul 19.00 pada Rabu (15/10)
-Beberapa saat kemudian diduga terjadi korsleting atau hubungan pendek arus listrik di dalam toko
-Api kali pertama diketahui sekitar pukul 20.00 oleh warga yang beraktivitas di dekat toko
-Warga langsung melaporkan kejadian kebakaran itu ke UPTD Damkar Kota Kediri
-Sekitar pukul 20.15 mobil PMK mulai melakukan pemadaman
-Total ada 12 mobil dari PMK Kota Kediri, PMK Kabupaten Kediri, PT Gudang Garam, DLHKP, hingga mobil water canon Polres Kediri Kota serta Brimob Detasemen C Kediri yang ikut memadamkan kebakaran
-Api baru berhasil dijinakkan pukul 02.30 dini hari (16/10)
-Pukul 07.00 (16/10) kembali muncul api dari arah toko. Selanjutnya PMK melakukan pembasahan sampai pukul 09.30
-Kerugian akibat kebakaran toko tersebut ditafsir mencapai Rp 3 miliar. (*)
Editor : Mahfud