Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sungai Kedak Kota Kediri Tercemar Limbah Domestik, Kadar Fosfat Melebihi Ambang Batas

Ayu Ismawati • Selasa, 14 Oktober 2025 | 05:00 WIB
Pegiat lingkungan menyebut sungai Kedak Kota Kediri tercemar.
Pegiat lingkungan menyebut sungai Kedak Kota Kediri tercemar.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kualitas sungai di beberapa titik Kota Kediri sangat memprihatinkan. Salah satunya di Sungai Kedak yang tercemar limbah dari anak sungainya.

Seperti anak sungai yang berada di Kelurahan Bujel, Mojoroto, tepatnya di bawah jembatan Jalan KH Misbakhul Munir.

Aliran airnya menunjukkan warna yang kontras dengan air Sungai Kedak. Air berwarna hijau keabu-abuan itu juga memunculkan bau yang menyengat.

Keluhan dari masyarakat setempat karena bau yang menyengat itu mendorong pegiat lingkungan melakukan pemantauan.

Pemantauan oleh Forum Kali Brantas dan Kediri Ben Resik itu menunjukkan bahwa air di Sungai Kedak, Kelurahan Bujel mengandung kadar fosfat yang tinggi.

Koordinator Forum Kali Brantas Chandra Iman Asrori mengatakan, pengujian dilakukan dengan parameter PH, total dissolved solid (TDS), suhu, nitrat, nitrit, dan fosfat.

Hasilnya, PH di angka 7,55. Kemudian untuk TDS sebesar 420 ppm, suhu 29,4 derajat celcius, nitrit dan nitrat di angka 0 ppm, serta fosfat di angka 5 ppm.

Selain itu, pencemaran dari sampah seperti popok sekali pakai juga banyak ditemukan di badan sungai.

“Berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPLH mengenai Baku Mutu Air Sungai, pada parameter fosfat menunjukkan kadar di atas ambang baku mutu. Baku mutunya adalah 0,2 ppm untuk sungai kelas 2,” ujar Chandra.

Chandra mengatakan, fosfat merupakan senyawa kimia yang banyak ditemui pada deterjen dan limbah industri.

Kelebihan kadar fosfat dalam air dapat mengganggu ekosistem sungai. Yakni mengakibatkan tumbuhnya alga sehingga mengganggu kesehatan biota perairan.

Selain itu, kelebihan kadar fosfat pada air juga bisa menimbulkan masalah pencernaan jika dikonsumsi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#pencemaran #fosfat #sungai #kota kediri