JP Radar Kediri– Kebakaran besar melanda Pasar Wonogiri, Jawa Tengah, pada Senin (6/10) dini hari. Api yang muncul sekitar pukul 03.00 WIB itu dengan cepat menjalar ke berbagai sudut bangunan pasar hingga membakar ratusan kios di lantai satu dan dua.
Belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Tak hanya dari Pemkab Wonogiri, bantuan armada damkar juga datang dari kabupaten dan kota sekitar seperti Sukoharjo, Karanganyar, dan Solo.
“Satpam pasar mencium bau terbakar di sekitar lantai dua pasar. Api kemudian cepat menyebar,” ujar Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Senin pagi.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB, setelah petugas gabungan berjibaku hampir enam jam. Hingga siang hari, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Polisi menduga kebakaran ini dipicu oleh hubungan arus pendek listrik dari salah satu kios di lantai dua. “Penyebab sementara diduga korsleting listrik pada lampu kios,” kata AKBP Wahyu.
Kendati begitu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan sumber api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah karena sekitar 300 kios ludes terbakar.
Asap Hitam Membumbung Tinggi
Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan kepulan asap hitam sempat terlihat menjulang tinggi hingga pagi hari. “Informasi awal, api mulai diketahui sekitar pukul 03.30 WIB,” ujarnya.
Salah satu pedagang, mengaku sempat mencium bau terbakar sejak sekitar pukul 01.30 WIB. “Katanya dari lantai dua, tapi saya dengar saja dari teman-teman,” ungkapnya.
Warga Panik, Jalan Sekitar Ditutup
Petugas kepolisian langsung memasang garis pembatas di sekitar lokasi dan menutup sebagian akses jalan untuk menghindari kemacetan. Warga sekitar pun tampak berkerumun menyaksikan proses pemadaman yang berlangsung dramatis.
Pasar Wonogiri yang berada di pusat kota ini sebelumnya pernah terbakar habis pada Juni 2002 silam, dan kini kembali dilalap api setelah 23 tahun berlalu.
Editor : Jauhar Yohanis