KEDIRI, JP Radar Kediri- Sampah-sampah organik maupun anorganik menumpuk di aliran Sungai Kedak, Kelurahan Bujel, Mojoroto.
Kondisi itu yang mendorong ratusan relawan lintas komunitas gotong royong membersihkan sungai yang membentang di Kecamatan Mojoroto itu.
Hasilnya, berbagai macam sampah ditemui menyumbang sebagian aliran sungai. Mulai dari sampah organik seperti ranting, hingga sampah rumah tangga seperti popok sekali pakai hingga kasur kapuk.
Koordinator Aksi Bersih Sungai Kedak Endang Pertiwi mengatakan, kondisi sungai itu saat ini cukup memprihatinkan.
Banyaknya sampah yang menumpuk itu mayoritas karena terbawa arus dari hulu yang berada di Gunung Wilis.
“Selain itu juga masih ada kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai. Itu yang akhirnya menumpuk membentuk sebuah pulau di tengah sungai,” ujarnya.
Sedikitnya ada 200 relawan yang ikut aksi tersebut. Mulai dari komunitas lingkungan dan pecinta alam, komunitas sosial, pelajar dan mahasiswa, hingga unsur pemerintah.
Seperti BPBD, DLHKP, PU SDA, dan lainnya. Total ada 25 komunitas yang tergabung dalam aksi tersebut.
Hasilnya, sedikitnya 1,8 ton sampah berhasil diangkat secara manual dari Sungai Kedak. Itupun belum seluruhnya. Sebab, tumpukan sampah yang tebal membuat sulit diurai dengan tenaga manual.
“Hari ini kami belum bisa mengeksekusi secara tuntas karena saking banyaknya sampah. Kemudian medannya juga berat karena sampahnya menggunung di tengah sungai dan harus waspada karena kedalamannya juga sekitar 2 meter,” ungkap perempuan yang juga ketua organisasi lingkungan Yayasan Hijau Daun itu.
Endang menambahkan, pembersihan sungai saat ini penting dilakukan. Apalagi, Sungai Kedak selalu mendapat luapan air bah dari hulu setiap musim penghujan.
Dengan sampah yang menumpuk di aliran sungai, dikhawatirkan juga akan membahayakan masyarakat di lingkungan sekitar bantaran sungai.
Karena aliran air akan terpecah mengarah ke dinding sungai yang berbatasan dengan permukiman warga.
“Kebetulan masyarakat rumahnya yang di bantaran sangat dekat. Di beberapa titik sudah longsor. Dan masyarakat sudah berusaha membuat bendungan dari pasir sendiri karena plengsengannya sudah hancur terbawa air bah di musim hujan kemarin,” sambung Endang.
Sementara itu, aksi bersih sungai oleh relawan itu juga melibatkan warga sekitar. Endang mengatakan, banyak warga setempat yang membantu dengan membersihkan area bantaran sungai.
Sementara pengangkatan material sampah dari aliran sungai dilakukan oleh komunitas lingkungan bersama tim dari BPBD Kota Kediri.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, mayoritas sampah yang menumpuk itu merupakan sampah organik. Sekitar 70 persen di antaranya merupakan sampah jenis ranting, bambu, dan batang pohon.
Sedangkan sisanya masih banyak ditemui sampah anorganik seperti kantong plastik, popok sekali pakai, kemasan plastik saset, hingga kasur kapuk.
“Dan ini kalau dibiarkan bisa menyumbat laju air ketika nanti musim penghujan. Karena prediksi dari BMKG juga beberapa hari ini sudah akan turun hujan,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita