KEDIRI, JP Radar Kediri- Damkar Kota Kediri sudah sering menangani kasus kebakaran akibat kebocoran gas elpiji.
Selama tiga bulan terakhir tercatat ada lima kasus kebakaran rumah hunian akibat kebocoran gas elpiji.
Kepala UPT Damkar Kota Kediri Fanni Eryanto mengatakan, kasus kebakaran yang terjadi di Kota Tahu terbilang tinggi.
Apalagi pada dua bulan terakhir ini. “Terutama kebakaran akibat kerusakan pada selang regulator,” jelas lelaki yang akrab disapa Fanni itu.
Data yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri ada lima kasus kebakaran rumah hunian yang disebabkan oleh gas elpiji.
Baik karena kerusakan selang regulator yang mengalami kerusakan maupun pemilik lupa mematikan kompor.
Dari lima kasus kebakaran tersebut dua diantaranya mengakibatkan pemilik rumah harus merugi ratusan juta rupiah.
Salah satunya kebakaran yang terjadi di Jalan Angkasa, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
“Mayoritas kebakaran disebabkan oleh selang yang sudah aus. Kemudian regulator yang sudah rusak akibat tidak rutin dicek dan diganti,” imbuhnya.
Agar tidak terjadi kebakaran karena kebocoran tabung gas, Fanni mengatakan, yang perlu dilakukan adalah memeriksa secara berkala peralatan kompor elpiji.
Jika memakai beberapa tungku, agar diperhatikan pemasangan regulator. Itu agar terhindar dari kebocoran saat penggantian tabung gas.
Terkait berapa kali dilakukan perawatan dan pengecekan. Fanni menjelaskan bahwa hal tersebut tergantung pemakaian.
Semakin intensitas tinggi pemakaiannya, seharusnya perawatan semakin intensif. Fanni pun mengimbau jika mengetahui gas mengalami kebocoran, diusahakan tidak langsung kontak dengan listrik dan api.
Namun mencabut regulator dan membuka ventilasi rumah. Tabung yang sudah dibuka regulatornya langsung ditutup dengan kain basah.
“Tabung gas ini tidak mungkin meledak. Jadi ketika tahu ada api segera bawa keluar rumah dan tutup dengan kain basah,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita