JP Radar Kediri - Car Free Day (CFD) Yang selalu menjadi agenda rutin setiap hari minggu di area Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin memiliki suasana yang berbeda karena bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia. Di Jalan Mesjid Lama atau tepatnya di depan Terminal Gumul terdapat videotron besar yang menampilkan upacara detik-detik Pengibaran Bendera di Istana Negara. Di depan videotron, tampak para ASN dari Kominfo, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan pengunjung CFD yang berhenti sejenak untuk mengikuti upacara secara virtual. Jalanan juga ditutup sebagian sehingga tidak mengganggu kegiatan.
Surani, salah satu petugas Dinas Perhubungan mengatakan bahwa persiapan sudah dilakukan dari hari Sabtu (16/8) untuk pemasangan videotron. Penutupan jalan sekitar 30 menit. Kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih dapat melewati jalanan tersebut.
“Tidak ditutup total hal itu agar pengunjung juga bisa ikut menyimak upacara serta melakukan penghormatan” ungkapnya
Tayangan virtual detik-detik proklamasi di kawasan Simpang Lima Gumul baru dilakukan pada tahun ini. Hal tersebut berdasarkan anjuran dari Kementerian Sekretariat Negara. Agar selain melaksanakan upacara di daerah masing-masing juga mengikuti upacara dari Pusat secara virtual.
“Dari anjuran Kementerian Sekretaris Negara, bahwa tahun ini untuk ikut menayangkan Detik-detik dari pusat. Videotron itu juga dari Kominfo agar masyarakat bisa ikut melihat” ucapnya.
Kegiatan penayangan Detik-detik upacara kemerdekaan juga disambut antusias oleh pengunjung CFD, banyak dari mereka yang memilih berhenti sejenak dan ikut melakukan penghormatan saat sesi pengibaran bendera Merah Putih.
Pengunjung menilai hal tersebut menimbulkan semangat kebangsaan dan untuk mengenalkan kegiatan kemerdekaan bagi anak-anak. Hal tersebut disampaikan oleh Mulan salah satu pengunjung asal Balowerti.
“Bagus, selain kita bisa jalan-jalan juga bisa menikmati suasana Agustus, pembelajaran positif untuk anak-anak” ungkapnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Indrayanti, pengunjung asal Pagu. “Ada lagu Indonesia Raya ya apapun kegiatan kita harus berhenti dan ikut memberikan penghormatan. Kita patut bangga” ucap Indrayanti. (*)
Editor : Mahfud