Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tragedi di Peringatan Kemerdekaan, Remaja MTs Terjatuh saat Mendaki Gunung Klotok. BPBD Lakukan Ini

Ayu Ismawati • Minggu, 17 Agustus 2025 | 22:35 WIB
proses evakuasi pelajar di Gunung Klotok
proses evakuasi pelajar di Gunung Klotok

JP Radar Kediri- Seorang remaja terjatuh saat melakukan pendakian di Bukit Klotok, Kota Kediri siang ini (17/8). Wizam Ziyad Syafiq Nadhif Al Thaf, pelajar MTsN 1 Kota Kediri itu harus dibantu turun dengan tandu oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. Benturan di badannya menyebabkan pelajar kelas VIII itu lemas dan nyaris tak sadarkan diri.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto mengatakan, insiden bermula saat Wizam dan empat temannya hendak menuruni Bukit Klotok. Turun dengan setengah berlari, remaja itu dikabarkan tersandung ranting pohon. Sehingga terjatuh dan terguling-guling hingga beberapa meter.
“Kata teman-temannya waktu jatuh itu perutnya terbentur pohon. Dan kami sempat khawatir juga karena selama perjalanan turun, anak ini beberapa kali mau muntah-muntah. Takutnya karena efek benturan,” ujarnya, yang siang ini turut mendampingi upaya penyelamatan korban.
Adapun medan yang terjal juga menjadi kendala tim penyelamat. Wizam yang sudah lemas saat ditemui tim BPBD pun diangkat dengan tandu saat menuruni bukit. Sesampainya di bawah, ambulans sudah bersiap untuk selanjutnya membawa Wizam ke RSUD Kilisuci. Begitu pula dengan orang tua remaja itu yang sudah tiba di lokasi.
Saat ditemui, Joko mengatakan kondisi pelajar asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto itu nampak sangat lemas. Bahkan, saking lemasnya, remaja itu lebih sering memejamkan mata dan sulit merespons saat diajak berkomunikasi. Beruntung, petugas medis juga merespons cepat laporan yang masuk melalui Lapor Mbak Wali 112 dengan langsung menerjunkan mobil ambulans.
“Kami terima laporan sekitar jam 12 itu langsung berangkat. Dan sekitar jam setengah 3 baru sampai bawah karena memang jalannya cukup licin dan anak ini harus kami tandu pakai alat,” ungkap Joko. (*)

Editor : Mahfud
#pendaki #bpbd #evakuasi #pelajar