JP Radar Kediri-Tiga orang warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu tewas mengenaskan. Mereka meregang nyawa setelah melakukan pesta miras oplosan.
Pesta miras itu diduga dilakukan di salah satu warung di Desa Kepung, Kecamatan Kepung. Tepatnya setelah ketiganya menyaksikan karnaval yang diwarnai parade sound system berkekuatan besar alias sound horeg (26/7) lalu.
Ketiga orang itu adalah Purnomo, 43, bersama dua keponakannya, Deta Wirapratama, 23; dan Agung Winarko, 21. Adapun Agus Mulyono, 37, satu-satunya korban yang masih hidup, dimintai keterangan di Polres Kediri.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, Purnomo diduga menenggak miras bersama Deta, Agung, dan Agus di salah satu warung di Desa Kepung, Kecamatan Kepung. Tepatnya, usai mereka menyaksikan karnaval sound horeg yang digelar di desa tersebut. “Infonya minum miras telon (oplosan dari tiga jenis minuman, Red),” kata sumber koran ini.
Berikut kronologi peristiwa memaatikan tersebut yang digali dari sumber-sumber Jawa Pos Radar Kediri:
- Purnomo, 43, bersama dua keponakannya, Deta Wirapratama, 23; Agung Winarko, 21; serta Agus Mulyono, 37, menonton Kepung Carnival yang juga berisi pawai sound horeg pada Sabtu (26/7) malam.
- Setelah melihat karnaval, empat pria yang merupakan warga Desa Gadungan, Puncu itu mengonsumsi miras oplosan telon diduga di salah satu warung Desa/Kecamatan Kepung
- Selanjutnya, pada Minggu (27/7) pagi Purnomo mengeluhkan sakit di bagian perut dan dada. Dia dinyatakan meninggal pada Senin (28/7) pagi.
- Agung dan Deta masih sempat melihat pentas jaranan di Desa Gadungan, Puncu pada Minggu (27/7) siang, selanjutnya dia mengeluh sakit dan dibawa ke RSKK pada Senin (28/7) sore
- Deta dinyatakan meninggal dunia Selasa (29/7) pagi sekitar pukul 04.30. Sedangkan Agung yang sebelumnya kritis meninggal pada Selasa sore pukul 17.30
- Agus, satu-satunya korban selamat dimintai keterangan di Polres Kediri. Dia diduga selamat karena sempat meminum air kelapa saat mengeluh tidak enak badan (*)