JP Radar Kediri–Pengesahan atau sah-sahan anggota baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Kediri pada Sabtu (28/6) depan, akan dijaga dengan ketat. Polres Kediri Kota siap menerjunkan ratusan personel. Konsentrasi pengamanan terutama di perbatasan dan objek vital.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pengamanan agenda tahunan PSHT itu dirapatkan di Polres Kediri Kota kemarin. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan sejumlah pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) ikut menghadiri rapat.
Demikian sejumlah pengurus perguruan silat di Kota Kediri yang kemarin diminta menandatangani deklarasi damai. Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, total ada 496 personel yang akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
Mereka adalah personel gabungan dari Polri, TNI, Brimob Detasemen C Kediri, satpol PP, dinas perhubungan (dishub), dan pengamanan internal (pamster) PSHT.
“Pengamanan (sah-sahan anggota PSHT, Red) tidak hanya di wilayah Kediri Raya. Kami juga kerja sama dengan wilayah lain seperti (Polres, Red) Tulungagung, Trenggalek, Blitar Kota, dan Blitar Kabupaten,” ungkap pria yang akrab disapa Bram itu.
Penjagaan menurut Bram akan dilakukan sejak pukul 17.00 hingga acara selesai. Selain pengamanan di tiga kecamatan, menurutnya konsentrasi polisi juga pada lima kecamatan di barat sungai yang masuk wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Selebihnya, polisi juga fokus mengamankan daerah perbatasan yang dinilai rawan konflik. Di tiap perbatasan mereka menerjunkan belasan hingga puluhan personel.
Hal tersebut mengantisipasi masuknya massa dari luar daerah yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Terutama saat mereka melakukan arak-arakan.
“Terminal Tamanan juga akan kami letakkan personel gabungan sejumlah 25 orang,” sambung Kabag Ops Polres Kediri Kota AKP Iwan Setyo Budhi.
Iwan membenarkan jika berkumpulnya penggembira yang biasanya melakukan konvoi rawan memicu gesekan. Karenanya, mereka memaksimakan pengamanan di jalur-jalur vital.
Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama juga mengajak seluruh lapisan masyarakat mengamankan sah-sahan pada 1 Sura itu.
“Ketertiban dan keamanan merupakan tanggung jawab semua orang. Bukan hanya tugas TNI-Polri saja,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengimbau masyarakat menjaga sikap dan perilaku dalam sah-sahan.
“Mari kita junjung tinggi sportivitas, saling menghormati serta saling menjaga kedamaian di Kota Kediri,” ajaknya terkait acara yang berlangsung di Padepokan PSHT di Jl Lawu, Kota Kediri itu. (*)
Editor : Mahfud