Kematian pria 31 tahun itu pertama kali diketahui oleh Ningsih, 24, warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Menurut Kapolsek Pare AKP Rudi Darmawan, Fandikta datang pada Minggu (15/6). “Dia datang untuk memperbaiki instalasi wifi,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Ringkus Pelaku Pelecehan Seksual di Simpang Lima Gumul Kediri, Begini Kata Pihak Berwajib
Pada Selasa siang (17/6), pria asal Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran itu mengeluh pusing. Kemudian tidur. Namun pada Rabu (18/6) dini hari sekitar pukul 01.30, korban mengeluh sesak napas. Setengah jam kemudian, pria yang bekerja sebagai teknisi wifi itu mengalami kejang-kejang.
Melihat kondisi itu, dia bergegas keluar rumah untuk mencari pertolongan. Dan saat kembali sekitar pukul 02.45, dia sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Korban dilaporkan ke ketua RT dan perangkat desa, kemudian dilanjutkan ke Polsek Pare,” jelas Rudi.
Baca Juga: Diduga Kelelahan, Truk Terguling di Pare Kediri, Begini Kondisi Sopir dan Kernetnya
Setelah dilakukan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Sidorejo dan RSKK Pelem bersama tim Inafis Polres Kediri. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mencurigakan di tubuh korban.
Pihak keluarga menyatakan korban memiliki kebiasaan begadang dan sering touring motor jarak jauh. Mereka menerima insiden kematian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Baca Juga: Gemparkan Warga, Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Pare Kediri
“Sudah ada surat pernyataan resmi dari keluarga, mereka juga tidak menuntut secara hukum,” pungkas Rudi. Saat ini jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian