KEDIRI, JP Radar Kediri- Ada pemandangan berbeda di jalur Kediri-Kertosono masuk Desa Putih dan Gampeng, Kecamatan Gampengrejo kemarin pagi.
Hampir di sepanjang jalan terdapat penjual ikan dadakan. Padahal, hari-hari biasa tidak ada aktivitas tersebut.
Ya, mereka menjajakan ikan hasil flushing Bendungan Wlingi dan Waduk Lodoyo, Blitar. Kegiatan yang biasa dikenal dengan istilah pladu itu membawa berkah bagi masyarakat.
Terutama warga yang tinggal di sepanjang Sungai Brantas. Saking banyaknya ikan yang didapat, warga tak cuma mengonsuminya sendiri. Namun juga dijual.
Tak ayal, puluhan orang mendadak jadi penjual ikan. Salah satunya Sri Budi Aningsih yang berjualan di pinggir jalan raya Kediri-Kertosono Desa Gampeng.
Lapak jualan perempuan 55 tahun ini ramai dikerubungi pembeli. Dia menjual berbagai jenis ikan hasil pladu. Seperti dari rengkik, wader, dan nila.
Semua ikannya masih dalam kondisi hidup. Bahkan, ada beberapa yang sempat berontak. “Awas kepatil,” tutur perempuan asal Dusun Susuhan, Desa Gampeng itu.
Sri menjajakan ikan tersebut sejak subuh. Ikan yang dijualnya selalu segar. Sebab begitu datang langsung habis.
Berjualan hingga tengah hari, dia dan keluarganya berhasil meraup cuan hingga Rp 6,5 juta. Sedangkan ikan yang tersisa sedikit itu akan digoreng untuk lauk makan.
Tidak hanya Sri, lapak jualan Lukman juga terlihat ramai. Pria asal Desa Sambirejo ini menjual ikan dengan wadah gabus. “Kalau saya ini pengepul ambil dari penangkap ikan,” akunya.
Dia mengaku bahwa ikan jualannya tidak hanya hasil pladu di wilayah Kediri saja. Namun juga dari wilayah Blitar.
“Setelah flushing di daerah sana saya langsung nyari, jadi saya ke sana langsung,” tandas Lukman.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita