Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEIDRI, JP Radar Kediri- Pencarian Eka Feri Anggraini (EF), korban tenggelam di Sungai Brantas masih belum menuai hasil. Tim SAR membutuhkan waktu selama delapan jam menyusuri sungai menggunakan perahu karet.
Nanang Pujo, Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek mengatakan, opsar dimulai sejak sekitar pukul 08.00. "Ada puluhan orang yang tergabung dari berbagai relawan yang turut melakukan pencarian," jelasnya saat ditemui di Desa/Kecamatan Papar, kemarin.
Baca Juga: Bayi Dibuang di Parit Tak Jauh dari Kampung Inggris Kediri Itu Sudah Tak Bernyawa
Pelaksanaan operasi SAR, secara teknis terbagi menjadi tiga tim. Dua tim bergerak di perairan dengan dukungan dua perahu karet dari BPBD dan Basarnas. Sementara, satu tim lainnya disebar di sepanjang aliran sungai untuk memantau kemungkinan korban hanyut.
"Untuk yang di air, utamanya di titik-titik cekungan, dilakukan manuver perahu karet. Tujuannya untuk melepas jika korban tersangkut," jelas pria yang sebelumnya bertugas di Basarnas Pos Sumenep itu.
Dia mengatakan, proses pencarian perempuan berusia 28 tahun itu dilakukan hingga radius 20 kilometer (km). Yakni sampai Dam Klaci, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.
Hingga sore kemarin, pencarian belum membuahkan hasil. Dia menyebutkan, jika material di Sungai Brantas cukup mengganggu. Banyak sekali bambu yang menghalangi proses pencarian.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf Imbas Kecelakaan Kereta Api di Ngadiluwih Kediri
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk memberitahu para penambang tradisional di sepanjang Sungai Brantas agar segera melapor jika menemukan korban. Termasuk berkoordinasi dengan BPBD Jombang untuk memantau di sungai sudetan dari Brantas ini, " ujarnya.
Seperti diberitakan, warga Jembatan Papar-Kelutan gempar Minggu sore (9/3). Seorang Eka Feri Anggraini asal Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk nekat menceburkan diri ke Sungai Brantas. Dia loncat dari Jembatan Papar. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00.