Begini Cara Petani Padi di Kediri Menghalau Hama Burung yang Menyerang Sebelum Panen
Redaksi Radar Kediri• Kamis, 6 Februari 2025 | 04:39 WIB
USIR BURUNG: Seorang petani padi mengibarkan bendera plastik di tepi sawah.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Berbagai upaya dilakukan petani agar tanamannya mendapatkan hasil maksimal. Saat tanaman padi mulai berbuah, petani di beberapa tempat di Kabupaten Kediri mulai memasang jaring penghalau serangan burung.
Seperti di Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo. Setiap musim tanam padi selalu memasang jaring karena serangan burung yang semakin banyak setiap tahunnya. “Serangan burung sepertinya tidak keluar dari wilayah sini (Desa Sambiresik, Red),” jelas Basuki, petani asal Desa Sambiresik, Gampengrejo.
Dia mengatakan, serangan burung itu terjadi saat tanaman mulai berbuah. Basuki mengaku, serangan hama itu terjadi sejak 1,5 bulan lalu. “Punya saya sebentar lagi mau panen (dua minggu lagi, Red),” akunya.
Basuki menjelaskan, pemasangan jaring dilakukan sebelum tanaman padi mulai menguning. Untuk pemasangan jaring tidak bisa asal-asalan. Ada aturannya. Seperti jaraknya harus 1,5 meter di atas tanaman padi.
Agar hasil panennya bisa maksimal, petani rela mengeluarkan modal lebih banyak. “Yang penting padi tetap aman dan tidak kopong,” ucapnya.
Lantas berapa harga jaring yang dia pakai untuk lahannya? Basuki mengatakan, harga jaring paling murah adalah Rp 50 ribu.
Selain memasang jaring, dia juga rutin datang ke sawah pada pagi dan sore hari untuk mengawasi tanamannya dari serangan burung. Pada pagi hari, dia akan datang sekitar pukul 06.00. Sedangkan pada sore hari pukul 16.00. Pada waktu tertentu dia, selalu mengusir burung dengan menggunakan tongkat kayu yang diberi plastik di bagian ujungnya. Kadang juga menggunakan pecut jaranan untuk mengusir burung.
Sementara itu, petani di Desa Jabang, Kecamatan Kras menggunakan cara yang berbeda untuk mengusir burung. Di sana petani menggunakan plastik warna-warni yang ditancapkan di beberapa lokasi agar bisa berkibar di area persawahan.
Seperti yang dilakukan Sudarmin, 62, petani di Desa Jabang, Kras. Dia rutin memasang bendera plastik selama masa pertumbuhan. Cara itu dianggap efektif untuk menghalau serangan burung. Dan menurutnya bendera plastik dinilai lebih murah dibandingkan pemasangan jaring yang membutuhkan modal lebih mahal.