Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Menduga Ada Indikasi Keracunan terhadap Kakak-Adik yang Ditemukan Meninggal Dunia Membusuk di Ngadiluwih Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 7 Januari 2025 | 16:32 WIB
OLAH TKP: Petugas Inafis Polres Kediri dan anggota Polsek Ngadiluwih melakukan pemeriksaan di tempat penemuan mayat kakak-beradik (5/1).
OLAH TKP: Petugas Inafis Polres Kediri dan anggota Polsek Ngadiluwih melakukan pemeriksaan di tempat penemuan mayat kakak-beradik (5/1).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian Femala Purwiko Sari, 45, dan Yuyen Febryana Sari, 43. Hasil otopsi mayat kakak-beradik yang tinggal di Dusun Mitiran, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih tersebut masih diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti.

“Untuk memastikan penyebab kematian dua jenazah yang ditemukan itu. Biar bisa jelas,” kata Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin, ketika dikonfirmasi kemarin.

Hanya saja, menurut sumber koran ini, penyebab kematian secara umum sudah bisa dipastikan. Dua perempuan yang masih lajang tersebut meninggal karena mati lemas.

 “Jenazah  mati lemas itu karena kekurangan oksigen. Dan itu bisa karena indikasi keracunan,” ucap sumber yang wanti-wanti agar namanya tidak ditulis di koran ini.

Ketika hal ini dikonfirmasikan ke AKP Agung, sang kapolsek menggeleng.

Dia menegaskan polisi masih belum bisa memastikan hal tersebut. Karena masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Kediri.

“Masih dibawa ke polda untuk dilakukan toksikologi,” kilah perwira dengan simbol pangkat tiga balok emas di bagian pundak ini.

Agung mengaku, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), tidak ditemukan barang bukti apapun yang mengarah pada barang yang dapat mengakibatkan keracunan.

Dalam olah TKP dan penyelidikan, polisi hanya menemukan gelas plastik biru yang berisi air putih.

Untuk memastikan apakah dalam gelas itu telah terkontaminasi atau tidak, Agung mengaku juga mengirimkannya ke laboratorium forensik. Agar ikut diteliti.

“Masih belum bisa dipastikan. Masih menunggu hasil labfor. Termasuk air apakah terdapat kontaminasi lainnnya atau tidak, belum bisa memastikan. Yang jelas kami pastikan tidak ditemukan barang mengindikasi ke racun atau sejenisnya. Di dalam tidak ada bekas  makanan atau bungkus-bungkus dan lainnya,” urainya panjang lebar.

Terpisah, Kepala RS Bhayangkara Kombespol drg Agung Hadi Wijanarko SpBM mengatakan, pihaknya belum bisa membeber hasil visum secara detil.

"Kalau hasil secara lengkap belum bisa karena menunggu pemeriksaan toksikologi," kilahnya.

Meskipun demikian, menurut  drg Agung, ada tiga poin dalam pemeriksaan jenazah kakak beradik itu.

Yakni, jenazah sudah membusuk lanjut. Kemudian, pemeriksan masih menunggu hasil toksikologi.

"Ditemukan kondisi jenazah mati lemas," tuturnya lewat  pesan WhatsApp.

Seperti diberitakan, Femala Purwiko Sari, 45; dan Yuyen Febryana Sari, 43, ditemukan tewas membusuk di kamar rumahnya di Dusun Mitiran, Desa RembangNgadiluwih.

Kejadian yang menghebohkan warga itu terjadi sekitar pukul 10.00 pada Minggu (5/1).

Orang yang pertama kali mengetahi kejadian itu adalah tetangganya yang saat itu sedang mencari rumput di pekarangan rumah Femala dan Yuyen. Saat itu saksi mencium aroma tidak sedap sangat menyengat dari dalam rumah. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #keracunan #jawapos #laboratorium #Peristiwa #otopsi