JP RADAR KEDIRI- Hujan deras yang memicu banjir agaknya masih akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Setidaknya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga Januari nanti.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Lukman Soleh melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik Satria Krida Nugraha mengatakan, pada Jumat (20/12) lalu pihaknya telah memberi peringatan dini.
Yakni akan ada hujan deras tergolong esktrem pada Minggu (22/12) lalu.
“Kami sudah memprediksi dan menyampaikan peringatan dini, pada tanggal 21-22 ada potensi cuaca ekstrem,” kata Satria tentang ramalan cuaca untuk wilayah Kediri Raya dan sekitarnya itu.
Hujan deras yang membuat debit air sungai meningkat dan mengakibatkan banjir itu menurutnya terjadi karena beberapa faktor.
Dilihat dari faktor wilayah, hampir di seluruh daerah di Jawa terjadi tekanan udara di bawah.
Baca Juga: Air Bah di Barat Sungai Brantas Kabupaten Kediri Terjang Rumah, Jalan dan Bandara Dhoho
Sehingga memicu adanya awan yang berpotensi menurunkan hujan hampir di seluruh Jawa.
Adapun untuk faktor lokal, keberadaan Gunung Wilis jadi salah satu penyebab awal yang berpotensi menurunkan hujan itu tidak bisa bergerak. Untuk berpindah ataupun menyebar ke wilayah lain.
“Jadi ketika awan tumbuh dari pagi, sampai siang dan sore awan tidak bergerak dari wilayah itu. Otomatis dari fase pertumbuhan, matang sampai awan luruh di wilayah sama,” jelasnya sembari menyebut fenomena itu membuat hujan turun sangat deras.
“Seharusnya kalau nggak ada gunung, awan bisa bergerak. Tapi karena ada faktor lokal itu, menyebabkan hujan turun dengan deras di wilayah itu,” terangnya.
Curah hujan yang terjadi pada Minggu (22/12) lalu sebesar 124 milimeter (mm) per hari. Hujan tersebut masuk kategori hujan ekstrem.
Sedangkan curah hujan di atas 50 mm per hari tergolong hujan lebat. Kemudian, curah hujan 10-20 mm termasuk hujan sedang. Selanjutnya, curah hujan di bawah 10 mm terhitung hujan ringan.
Baca Juga: Kasus Demam Berdarah di Kota Kediri Naik Hampir 3 Kali Lipat
Selama 2024 ini, menurutnya curah hujan pada Minggu (22/12) lalu termasuk yang paling tinggi.
Sebelumnya, pada Januari lalu pernah di angka 100 mm namun awannya menyebar. Sehingga, dampaknya tidak sebesar Minggu lalu.
“Pernah awan juga tidak berpindah itu pada Oktober, tapi lebih rendah. Curah hujannya di antara 73-74 mm. Untuk hujan ekstrem baru terjadi dua kali pada Minggu (22/12) lalu dan Januari,” tandasnya.
Terlepas dari curah hujan tersebut, menurut Satria pada Januari-April nanti, curah hujan diprediksi 300-400 mm per bulan atau masuk kategori tinggi.
Meski demikian, yang perlu diwaspadai adalah cuaca pada Desember-Januari ini. Sebab, merupakan puncak hujan di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah