KEDIRI, JP Radar Kediri– Momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 kali ini bersamaan dengan liburan sekolah. Hal tersebut membuat situasi di tempat keramaian harus dijaga ketat. Tidak hanya tempat wisata, pusat perbelanjaan, tetapi juga stasiun dan terminal.
Seperti di Stasiun Kediri, peningkatan jumlah penumpang membuat PT KAI harus menyiapkan paramedis. Tidak hanya perawat, di sana juga ada dokter yang akan selalu siaga di posko pelayanan kesehatan.
Menurut Humas Daop 7, Kuswadojo, PT KAI menyiapkan pelayanan kesehatan di tujuh stasiun. Salah satunya ada di Stasiun Kediri. “Posko pelayanan kesehatan di tempat lain ada di Stasiun Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Tulungagung dan Blitar,” ungkapnya.
Untuk melayani para penumpang yang turun di stasiun, ada 11 dokter dan 19 paramedis yang selalu siaga untuk memberikan pelayanan medis di seluruh lokasi. Layanan ini ditujukan untuk pelanggan yang membutuhkan bantuan kesehatan selama menggunakan transportasi kereta api.
Kuswardojo menambahkan selain posko kesehatan, KAI Daop 7 juga mengoperasikan klinik mediska di Kediri dan daerah lain.
“Klinik ini melayani masyarakat umum termasuk peserta BPJS Kesehatan,” ujarnya sembari menyebut jenis pelayanan yang tersedia meliputi konsultasi dengan dokter umum, dokter gigi, serta pelayanan farmasi.
Jumlah wisatawan yang memanfaatkan momen liburan menggunakan jasa kereta api tercermin dari jumlah pelanggan yang terus meningkat. Pada 20 Desember 2024 sampai pukul 12.00 WIB, sebanyak 4.318 penumpang yang tercatat berangkat dari wilayah Daop 7. Sementara ada 5.325 penumpang yang tiba.
Selama 2 hari jelang Nataru, pada 19 dan 20 Desember 2024, Daop 7 Madiun telah melayani 10.850 penumpang yang berangkat. Adapun yang turun di stasiun-stasiun wilayah operasional Daop 7 sebanyak 13.202 penumpang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah