Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dam Sungai Serinjing di Papar Kediri Ambrol, Waspada karena Rawan Banjir

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 8 Desember 2024 | 16:20 WIB
RAWAN BENCANA SUSULAN: Kondisi plengsengan aliran Sungai Serinjing yang ambrol membuat area sekitar rawan terkena banjir besar jika hujan susulan kembali membawa material kayu dan lumpur.
RAWAN BENCANA SUSULAN: Kondisi plengsengan aliran Sungai Serinjing yang ambrol membuat area sekitar rawan terkena banjir besar jika hujan susulan kembali membawa material kayu dan lumpur.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Hujan deras yang terjadi pada Jumat (7/12) malam lalu membuat dam sungai Serinjing di Desa Pehkulon, Papar ambrol. Demikian pula plengsengan sungai sepanjang 20 meter di dekat dam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, hujan deras terjadi sejak pukul 13.00 Jumat lalu. Sekitar pukul 15.00, hujan semakin deras hingga malam hari.

“Sampai pukul 21.00 juga masih gerimis,” kata Koordinator Lapangan UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDAWS) Brantas Didik Setyo yang Jumat malam lalu memantau lokasi.

Lebih jauh Didik menyebut, dam sungai ambrol karena saat debit air meninggi, area tersebut tersumbat kayu dan sampah.

Akibatnya, pintu dam tidak bisa dibuka karena pintunya tersangkut kayu.

“Sudah waswas karena memang pintunya nyangkut, jadi siap siaga (sejak sore, Red,” lanjut Didik.

Sesuai dugaannya, sekitar pukul 19.00 air mulai meluber dan masuk ke area pesawahan di sisi utara dan selatan sungai.

Sekitar pukul 20.00, Didik mulai mendengarkan suara retakan tanah dari tanggul sungai.

Hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba tanggul longsor.

“Begitu dengar suara gemeretak dari tanah, saya langsung lari menjauh,” kenangnya.

Setelah tanggul sebelah selatan ambrol, tangga sisi selatan bangunan dam juga ambruk.

Selain itu, kabel listrik yang mengarah ke panel mesin pintu otomatis dam itu juga ikut terputus. Akibatnya, kelistrikan pintu dam ikut mati.

Kejadian itu membuat lubang sebesar 20x20 meter dengan tinggi 5 meter di area tersebut.

“Untungnya tanggulnya tidak sampai jebol,” tandas Didik.

Staf Perencanaan Teknis OP IV BBWS Sungai Brantas Joko Dwi Wahyuono menambahkan, ambrolnya tanggul di dekat dam menurutnya bukan hanya karena peningkatan debit sungai.

Melainkan juga karena ada sipon atau saluran air bawah tanah yang bocor. Sehingga menggerus tanah dari bawah.

“Jadinya tanah itu berongga. Saya tahunya itu ketika siang lihat ada air yang keluar dari dalam plengsengan. Air keluarnya itu berlumpur, menandakan menggerus tanah,” terangnya saat di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, kemarin dirinya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan.

“Yang pertama membersihkan material sampah yang menyangkut di pintu dam,” tuturnya sembari menyebut Dinas PUPR Kabupaten Kediri menurunkan alat berat untuk membersihkan material yang tersangkut.

Untuk penanganan awal, BPBD berencana memasang jumbo bag atau karung pasir berukuran besar untuk tanggul darurat.

“Tujuannya agar ketika hujan dan meluap tidak membuat tanggul jebol,” tegasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #rawan banjir #waspada banjir #jawapos #dam ambrol