Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kecemasan Warga di Grogol Kediri di Tengah Ancaman Tanggul Sungai Bendomongal Jebol

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 26 November 2024 | 16:38 WIB
Anak-anak bermain di lingkungan mereka yang berlumpur akibat setelah air bah datang,Minggu (24/11)malam lalu.
Anak-anak bermain di lingkungan mereka yang berlumpur akibat setelah air bah datang,Minggu (24/11)malam lalu.

JP Radar Kediri - Perasaan Purnomo cemas. Hujan yang tak kunjung berhenti membuatnya khawatir. Bayangan tragedi dua minggu lalu (11/11), ketika wilayahnya terendam air kembali membayang.

“Dari sore hujannya. Mulai setengah tiga (sore) sampai jam empat-an lebih,” cerita pria yang menjadi ketua Rukun Tetangga (RT) 8, Rukun Warga (RW) 4 ini.

Yang membuatnya khawatir, tanggul Sungai Bendomongal jebol lagi. Sebab, tanggul itu masih dalam tahap perbaikan. Belum selesai sepenuhnya. Padahal, langit seakan tak henti mengirim airnya ke bumi.

Apalagi, debit air semakin meninggi. Sudah menyentuh bibir tanggul. Sebagian mulai tumpah dan meluber ke daratan.

Purnomo, dan juga warga lain, mulai panik. Apalagi, sudah mulai merembes keluar dinding tanggul. Di antara tambalan yang tersusun dari bronjong kawat berisi batu.

“Wajar bila semua warga langsung takut,” jelasnya.

Sontak dia mengambil handphone-nya. Mengirim pesan di grup WhatsApp (WA). Meminta warga yang rumahnya dekat dengan area tanggul jebol agar segera mengungsi.

“Biar tidak terlambat. Seperti kemarin (banjir pertama, Red) telat. Akhirnya banyak yang terendam,” ujarnya beralasan.

Peringatan itu segera direspon warga. Yang langsung mengamankan barang berharganya.

Kemudian, para pria berbondong-bondong ke lokasi tanggul yang masih dalam tahap perbaikan itu. Berupaya menutup rembesan. Memanfaatkan batu yang menumpuk di lokasi.

Sebagian lagi menyusun batu-batu besar. Membentuk penahan di sisi jalan. Sebagai antisipasi bila tanggul jebol lagi airnya masih tertahan batuan yang ditumpuk itu.

“Kalau terlambat setengah jam saja, bisa jebol itu (tanggul),” ucapnya lega.

Baca Juga: Lansia Asal Desa Joho Kediri Ditemukan Membusuk di Hutan Gunung Wilis

Meskipun demikian, air masih sempat meluber ke permukiman. Masuk ke dua rumah yang berada di dekat tanggul.

Upaya warga menghindari kebanjiran tak berhenti sampai di situ. Esoknya, mereka bergotong-royong, membersihkan material yang tersangkut di cekdam.

Menggunakan tali tambang, mereka mengikat sampah berupa rumpun-rumpun bambu. Kemudian menarik ke luar sungai.

Sementara itu Kabid Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Kediri Andri Eko Prasetyo membenarkan, bahwa tanggul yang tengah diperbaiki itu merembes. Hal itu dikarenakan kontruksi tambalan itu masih belum rampung.

“Memang belum selesai, dan itu memang batu disusun dan ditahan bronjong, sehingga masih rawan merembes. Selain itu masih ada sekat sekitar 20 cm yang belum ada bronjiongnya. Jadi situ yang memang merembes banyak. Sehingga warga panik,” jelasnya. Selain itu, memang saat itu debit air sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari pada kejadian sebelumnya.

“Tidak hanya di situ, semua sungai debitnya tinggi,” terang Andri.

Walau demikian, menurutnya hal itu tidak sampai membuat tanggul rusak. Apalagi jebol. Setelah peristiwa pada Minggu malam (24/11) itu, keesokannya, petugas PUPR juga masih melanjutkan perbaikan.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #kecemasan #tanggul bendomengal #tanggul jebol #grogol #jawapos