KEDIRI, JP Radar Kediri-Harapan masyarakat untuk melihat penataan kabel di Kota Kediri agar lebih rapi, agaknya masih membutuhkan proses panjang.
Meski Pemkot Kediri sudah menyiapkan master plan penataan kabel fiber optik, belum semua lokasi kabel semrawut itu bisa teratasi. Melainkan baru akan menata di Jl Veteran dan Jl Panglima Sudirman saja.
Untuk diketahui, situasi kabel semrawut terjadi merata di seluruh Kota Kediri. Termasuk di sejumlah jalan protokol yang menjadi wajah Kota Kediri.
Selain mengurangi keindahan, hal tersebut juga bisa membahayakan masyarakat.
“Yang ditakutkan itu seringnya kalau hujan deras sampai angin kencang, kadang ada kabel yang putus sampai menjuntai. Takutnya kalau kesetrum,” ujar Tya, warga Bandarkidul, Mojoroto.
Terkait hal itu, nantinya Pemkot Kediri akan membuat skema penataan kabel dengan menerapkan beberapa zona. Di antaranya, zona yang seluruh kabel di udara diturunkan ke bawah tanah.
Kemudian, zona dengan tiang bersama, serta zona yang masih diizinkan menggunakan tiang namun akan dibatasi.
“Jadi tidak seperti sekarang yang dalam satu titik bisa sampai sebelas tiang. Tapi kita siapkan satu atau dua tiang untuk digunakan bersama,” terang Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heriyadi melalui Kepala Bidang Bina Marga I Made Dwi Permana.
Pria yang akrab disapa Made itu membenarkan terkait kondisi kabel di beberapa titik yang sangat semrawut.
Seperti di Jl Letjen S. Parman yang di dalam satu titik itu terdapat 13 tiang provider sekaligus. Dari situ, jumlah kabel yang tersebar tentu lebih banyak lagi.
“Karena biasanya dalam satu provider itu tidak hanya punya satu kabel core (inti), tapi ada beberapa kabel yang mereka pasang.
Tapi ketika nantinya kita buatkan jaringan bersama, provider yang masuk ke sana sudah kabel besarnya saja,” beber Made.
Adapun pembangunan utilitas bersama itu tidak akan langsung diterapkan di seluruh Kota Kediri. Pemkot Kediri dalam perencanaannya memilih Jl Veteran dan Jl PB Sudirman sebagai percontohan proyek tersebut.
“Nantinya akan kita lihat dulu secara eksisting di sana ada berapa (jaringan provider, Red) biar nanti tidak mubazir.
Agar tidak kita sudah terlanjur menyiapkan untuk 15 provider, ternyata yang lewat di jalur itu cuma 3. Akhirnya slot yang 12 itu mubazir,” terangnya sembari menyebut pendataan secara masif juga dilakukan untuk menyiapkan rencana itu.
Untuk merealisasikannya, menurut Made perencanaan sudah harus selesai tahun ini.
Sedangkan pelaksanaannya masih harus menunggu peraturan daerah (perda) terkait pemanfaatan ruang milik jalan. “Targetnya 2025 sudah harus disahkan,” tandasnya.
Berapa anggaran untuk membangun utilitas jaringan bersama? Made menyebut, berdasarkan pemaparan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang pekan lalu mampir ke Kota Kediri, ada dua skema pendanaan.
Yakni, dengan menggandeng swasta atau dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Berdasarkan perhitungan Kemkomdigi, pendanaan melalui APBD cenderung memberikan keleluasaan pemda dalam menetapkan tarif sewa untuk provider yang termasuk dalam utilitas bersama. Tetapi di sisi lain, akan membebani APBD.
“Tetapi ketika kita menggandeng swasta, otomatis tarifnya akan lebih besar lagi untuk sewanya.
Dan itu yang biasanya diberatkan oleh teman-teman provider,” ungkapnya sembari menyebut hal itu masih akan dibahas lebih lanjut oleh Pemkot Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah