KEDIRI, JP Radar Kediri-Hujan deras perdana di Kota Kediri kemarin sore membuat sejumlah ruas jalan protokol tergenang. Tidak hanya itu, puluhan atap rumah warga Lingkungan Wonosari, Kelurahan Bujel rusak disapu angin kencang sekitar pukul 16.00 kemarin.
Pantauan koran ini, hujan deras hanya terjadi sekitar 30 menit. Namun, sejumlah ruas Jl protokol Kota Kediri tergenang.
Ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Mulai di Jl Mayor Bismo, Jl Hasanudin, Jl Pattimura, Jl HOS Cokroaminoto, Jl Panglima Sudirman sisi utara, hingga Jl Brawijaya.
Tidak hanya itu, air bah juga masuk ke perkampungan warga di Kelurahan Pakunden dan Kelurahan Tosaren, Pesantren.
Demikian pula beberapa perkampungan di gang 8 Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, hingga di Kelurahan Bujel, Mojoroto.
Khusus untuk area yang berada di dekat sungai, ketinggian air bahkan hampir mencapai 1 meter. Untungnya, genangan tidak bertahan lama. Sekitar pukul 17.30 kemarin air yang memenuhi jalan raya itu berangsur surut.
Lurah Pakunden Nanang Wahyono mengatakan, hujan intensitas tinggi yang terjadi mulai pukul 16.00 kemarin membuat sungai dan saluran air di wilayahnya meluber.
Hanya dalam waktu 30 menit, puluhan rumah di enam RT di RW 4 terdampak banjir. “Yang paling tinggi sampai sekitar satu meter karena posisi lingkungan itu memang di jalan yang cekung di sebelah sungai,” terang Nanang.
Sungai di Pakunden, tutur Nanang, memang sering mendapat limpahan air dari daerah-daerah sekitar. Seperti dari Kelurahan Banaran, Tinalan, hingga Burengan.
Tak ayal, tingginya volume air hujan menyebabkan sungai yang melintas di Kelurahan Pakunden itu meluber.
“Sekarang sudah mulai surut airnya. Di rumah-rumah sudah mulai melakukan pembersihan,” bebernya saat dikonfirmasi sekitar pukul 17.30 kemarin.
Meski belum selesai mendata seluruh rumah yang terdampak, namun perkiraan sementara lebih dari 50 rumah terdampak banjir.
Sebab, lingkungan itu termasuk kawasan padat penduduk. Namun, Nanang menegaskan hingga berita ini ditulis, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
“Hanya dampak kerusakan barang rumah tangga. Seperti kasurnya yang tergenang dan kerusakan bahan makanan,” urainya.
Sementara itu, di Kelurahan Bujel, Mojoroto, hujan deras kemarin sore juga disertai angin kencang. Akibatnya, atap di 29 rumah rusak akibat diterjang angin kencang.
Genteng dan galvalum di rumah warga beterbangan tersapu angin. “Saat ini masih kami data. Infonya cukup banyak (rumah yang terdampak, Red),” ujar Lurah Bujel Mujiyo.
Mujiyo mengatakan, dampak paling besar terjadi di Lingkungan Wonosari. Tepatnya di RT 1, 2, dan 3 RW 6 Kelurahan Bujel, Mojoroto.
“Angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 17.00,” sambungnya sembari menyebut, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Informasi yang diterima koran ini, kerusakan rumah-rumah warga terlihat dari atap-atap yang berhamburan.
Selain itu, beberapa atap yang roboh juga mengenai kabel listrik yang melintang di jalan. Beberapa warga pun sempat menutup akses jalan karena dikhawatirkan bisa membuat warga tersetrum listrik.
Terkait dampak hujan deras yang terjadi singkat sore kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri langsung turun ke beberapa titik.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengatakan, hujan deras kemarin sore diakuinya tidak hanya menimbulkan genangan. Namun angin kencang juga membuat atap rumah warga rusak hingga pohon tumbang.
“Saat ini kami masih proses asesmen. Tadi (kemarin sore, Red) kami mendapat laporan di Pakunden, Tinalan, dan sekarang kami lanjutkan asesmen di Kelurahan Bujel,” ungkapnya pada koran ini tadi malam.
Adapun setelah itu, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap hasil asesmen. Termasuk untuk menentukan tindaklanjut dari organisasi perangkat daerah (OPD) lain sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah