KEDIRI, JP Radar Kediri - Hati orang tua mana yang tidak hancur saat ditinggalkan pergi oleh anak tercintanya untuk selama-selamanya.Sungguh memilukan nasib bocah berinisial FAF dan MNR. Kedua bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) itu harus mengembuskan napas terakhirnya.
Kedua bocah 5 tahun asal Desa Mojoayu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri itu ditemukan dalam kondisi tewas pada Senin siang (7/10).
Padahal, hari-hari FAF dan MNR mulanya berjalan seperti biasanya. Namun, awal petaka datang tepat di siang bolong.
Sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya janjian untuk bermain bersama. Keduanya berpamitan kepada keluarga masing-masing.
"Mereka pamit mau memancing," ujar Kepala Desa Mojoayu Yosi Mardiana saat ditemui oleh media ini usai kejadian memilukan tersebut.
Yosi menyebutkan bahwa keduanya berpamitan untuk mencari ikan. Kedua bocah tersebut ternyata memancing di sungai desa setempat.
Hingga pukul 13.00 WIB, kedua bocah itu tak kunjung pulang. Keluarga korban lantas kebingungan. Mereka pun berusaha mencarinya.
"Orang tua korban juga minta bantuan warga untuk mencari mereka," terang Yosi. Kecurigaan pun mengarah pada sungai lokasi mereka berdua izin memancing.
Lantas warga pun mendatangi lokasi sungai yang jaraknya sekitar 100 meter dari kedua rumah korban.
Warga dan pihak keluarga langsung berusaha mencari petunjuk di tempat kejadian perkara (TKP).
Saat didatangi, awalnya warga tidak yakin kalau FAF dan MNR tenggelam di sungai. Namun dugaan diperkuat ketika melihat ada umpan ikan di tepi sungai.
Lantas warga berusaha terjun ke sungai yang dalamnya sekitar 1,5 meter itu. Mereka mencari di titik dekat tempat ditemukannya umpan.
Dan benar saja! Keduanya ditemukan tenggelam dalam keadaan sudah tewas.
"Berdua ditemukan di lokasi yang sama, berdekatan," jelas Yosi.
Diduga, FAF dan MNR terpeleset saat sedang asyik memancing ikan. Hingga akhirnya mereka ditemukan tenggelam si sungai tersebut.
"Warga langsung menolong dan mengangkat kedua korban untuk dibawa ke rumah duka masing-masing," tandas Yosi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah