KEDIRI, JP Radar Kediri- Masalah kekeringan di dukuh Tumpak Nongko, Dusun Banar, Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri belum juga teratasi.
Sudah empat bulan sejak Juli, 144 kepala keluarga (KK) harus menunggu bantuan air bersih dari Pemkab Kediri.
Kepala Desa Ponggok, Yoyok Dudi Harmono, 52, menyebutkan, kekeringan berbulan-bulan seperti ini bukan kali pertama terjadi.
“Terakhir 2022, kekeringan di sini (Desa Ponggok, Red) terjadi selama enam bulan,” ungkap Yoyok.
Kekeringan itu terjadi karena sumber mata air di desanya sudah tidak lagi mengalir. Hal itu disebabkan cuaca ekstrem kemarau panjang.
Jika tidak ada bantuan dari Pemkab Kediri, warga di desanya terpaksa mengambil air bersih dari desa tetangga di Desa Petungroto menggunakan jerigen.
Jaraknya ke desa tetangga itu terbilang jauh yakni 4,9 kilometer. Karena itu, untuk mendapatkan air bersih warga harus membawa motor.
Setelah ada bantuan air bersih yang disalurkan melalui BPBD Kabupaten Kediri, setiap kepala keluarga mendapat jatah 300 liter per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan 144 KK, BPBD Kabupaten Kediri dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus mengirim minimal 14.200 liter. “Satu tangki dari DLH dan dua tangki BPBD,” ucap Yoyok.
Seperti diketahui, Pemkab Kediri sudah mengirimkan tandon kapasitas 1.200 liter. Tandon-tandon tersebut tersebar ke warganya.
Satu tandon disiapkan untuk empat kepala keluarga. Seluruh bantuan air bersih itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari konsumsi hingga mencuci dan mandi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah