Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dinsos Rujuk Ida Pelaku yang Membunuh Dua Anak Kandungnya ke RSBL

Ayu Ismawati • Senin, 30 September 2024 | 16:04 WIB
KOSULTASI: Orang tua Ida saat mendatangi dinas sosial, menanyakan nasib anaknya yang mendampat penolakan keluarga dan lingkungan tetangganya.
KOSULTASI: Orang tua Ida saat mendatangi dinas sosial, menanyakan nasib anaknya yang mendampat penolakan keluarga dan lingkungan tetangganya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemulangan Ida Nurhayati, 40, dari RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang tak begitu mulus. Ibu dua anak itu urung dibawa ke barak penampungan Dinas Sosial Kota Kediri di Kelurahan Semampir. 

Itu menyusul tempat penampungan sementara itu sedang proses perbaikan. Karena masih dilakukan rehab maka Ida akan dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri atau di RSBL Pasuruan. 

Kabar itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya. Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait kondisi barak yang berlokasi di Kelurahan Semampir tersebut. 

“Nanti takutnya malah nggak nyaman dan mengganggu pemulihan jiwanya,” ucap Paulus. 

Baca Juga: Warga Semu Heboh, Temuan Mortir Aktif Dikira Mainan 

Untuk kepastian lokasinya, Paulus mengaku jika yang menentukan tempatnya adalah Dinsos Provinsi Jatim. “Tapi nanti tetap kami yang mendampingi. Yang jemput tetap dari Dinsos Kota Kediri,” lanjut Paulus sembari menyebut, Ida kemungkinan dipulangkan dari rumah sakit jiwa pekan ini.

Seperti diketahui, pekerjaan proyek di barak penampungan orang terlantar dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terus dikebut. Perbaikan barak itu meliputi pengecatan dan pembenahan kerusakan pada atap dan kaca jendela. 

Selain itu, perbaikan kamar mandi, saluran air, dan sistem sanitasi juga dilakukan. “Atap plafon dan kacanya pecah karena ODGJ di sana,” bebernya.

       Untuk diketahui, Ida merupakan penderita skizofrenia yang menghabisi nyawa Muhammad Balya, 14; dan Binti Nadhiroh, 7; buah hatinya pada Selasa (3/9) dini hari. Kedua anaknya itu dibacok menggunakan parang hingga mengalami luka parah di kepala saat sedang tidur.

Karena gangguan jiwa berat yang dideritanya itu, Polresta Kediri pun menghentikan pengusutan kasusnya. Ida pun dirujuk ke RSJ Lawang, Malang pada 11 September lalu. Mirisnya, saat masa rehabilitasi sudah selesai, timbul penolakan dari keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Hal itu mendorong orang tua Ida berkonsultasi dengan Dinsos Kota Kediri terkait rencana pemulangannya

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kras #dinas sosial #malang #rsj #RSBL #pasuruan #barak