KEDIRI, JP Radar Kediri- Kemarau panjang mengakibatkan terjadinya kekeringan di wilayah Mojo. Ada dua desa yang mengalami kesulitan air bersih. Yakni Desa Ponggok dan Desa Ngetrep. Saat ini, ada 827 jiwa yang terdampak.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, di Desa Ponggok kekeringan terjadi di Dusun Banaran. Yakni di Dukuh Tumpak Nongko jumlah yang terdampak ada 345 jiwa. Sedangkan di Dukuh Karang Waru sebanyak 226 jiwa. Sedangkan yang kekeringan di Desa Ngetrep berada di Dusun Bangsri, jumlah yang terdampak sebanyak 256 jiwa.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, sejauh ini, pasokan air di dua desa tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Sehingga tim BPBD melakukan intervensi untuk menyalurkan air bersih ke Desa Ponggok dan Desa Ngetrep di Kecamatan Mojo.
“Dropping air sesuai kebutuhan, sejumlah itu (827 jiwa, Red),” jelas pria yang kerap disapa Djoko. Penyaluran air bersih saat ini dilakukan setiap hari. Dengan jumlah penyaluran sebanyak 8 ribu liter per hari. Setiap orang mendapat jatah 9 liter per hari.
Baca Juga: Warga Keluhkan Kabel di Kota Kediri Menjadi Semakin Ruwet, Dianggap Berbahaya dan Merusak Estetika
Dia menjelaskan, untuk distribusi air bersih ke Desa Ponggok diambil dari desa tetangga yakni di Desa Kranding. Lalu Desa Ngetrep juga diambil di wilayah Mojo. Lantas sampai kapan droping air bersih di dua desa itu dilakukan?
Djoko belum bisa memastikannya. Selama warga masih membutuhkan air bersih karena terdampak kekeringan maka pihaknya akan terus menyuplai air bersih. Apalagi ada kemungkinan kekeringan ini juga akan meluas.
Seperti di Desa Ngetrep juga ada kemungkinan meluas ke Dusun Beruk. Seperti yang diungkapkan Sukemi, 86, warga Dusun Beruk, Desa Ngetrep menyebutkan, kondisi air di sekitar rumahnya juga mulai menipis. “Kudu gemi, kersane mboten kentekan (Harus menghemat. Agar tidak kehabisan, Red),” akunya.
Untuk diketahui, sebelumnya, air di kampungnya mengalami kekurangan. Setelah masyarakat menyepakati untuk membuka paralon air dari sumber secara bergiliran maka suplai air lebih baik.
“Sisi utara dapat jatah saat siang. Sisi selatan malam. Tempat saya ini bagian selatan jadi dapat jatahnya malam,” jelasnya sembari menunjukkan tandon miliknya yang sudah terisi pada malam sebelumnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah