Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rumah Almarhum Kiai Marzuki di Kompleks Ponpes Lirboyo Kediri Terbakar

Novanda Nirwana • Selasa, 6 Agustus 2024 | 16:58 WIB

 

JINAKKAN API: Sejumlah mobil pemadam kebakaran menyem protkan air ke arah ru mah almarhum Kiai Marzuki yang kemarin siang terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
JINAKKAN API: Sejumlah mobil pemadam kebakaran menyem protkan air ke arah ru mah almarhum Kiai Marzuki yang kemarin siang terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

KEDIRI, JP Radar Kediri–MasMas, iku di belakang ada kebakaran!” ungkap Atok, penjaga warung di kompleks Ponpes Lirboyo, menceritakan kepanikan para santri yang sempat terjadi di sana sekitar pukul 12.30 kemarin. Kepulan asap yang muncul dari rumah almarhum Kiai Marzuki membuat para santri dan warga sekitar saling bahu membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Lebih lanjut Atok mengibaratkan kepulan asap putih yang mendadak membumbung tinggi di atas rumah almarhum Kiai Marzuki kemarin mirip dengan wedhus gembel di Gunung Merapi. “Awalnya saya mengira kebakaran di samping sini (samping warung, Red) karena ada tempat bensin. Setelah dicek ternyata dari bangunan belakang,” lanjutnya.

Melihat api tak kunjung padam, Atok langsung naik ke lantai dua bangunan warungnya. Di saat bersamaan, para santri putri di Ponpes Putri milik almarhum Kiai Idris Marzuki berhamburan keluar. Kebetulan lokasi pondok putri tersebut bersebelahan dengan rumah almarhum Kiai Marzuki.

Meski api tidak merembet ke bangunan di dekatnya, agaknya asap menyebar luas hingga membuat para santri kesulitan bernapas alias plepeken. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, ada puluhan santri yang dibawa ke RS Lirboyo karena plepeken.  “Santri keluar semua. Santri putri dan putra. Sempat heboh semua,” terang Atok.

Lebih jauh Atok menyebut, rumah yang terbakar kemarin merupakan bangunan lama. Rumah yang didominasi kayu itu diperkirakan sudah ada sejak 1970 silam. “Itu kawasan ndalem. Santri selain anak-anak ndalem juga dilarang masuk. Kawasan khusus,” paparnya.

Sementara itu, setelah rumah almarhum Kiai Marzuki terbakar, pengurus pondok langsung menelepon petugas pemadam kebakaran (damkar). Petugas yang dihubungi sekitar pukul 12.37 langsung menuju ke lokasi. Damkar Kota Kediri juga mendapat bantuan dari Damkar Kabupaten Kediri.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kediri Fanni Eryanto mengatakan, pihaknya menerjunkan tiga unit mobil damkar dan satu unit rescue ke lokasi. Selain itu, ada pula bantuan mobil dari Damkar Kabupaten Kediri. “Asapnya tebal sekali. Kami membawa peralatan blower untuk mengeluarkan asap,” jelas Fanni.

Menurut Fanni, pemadaman kemarin relatif sulit karena letak bangunan yang berada di dalam. Dia bersyukur api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 kemarin. “Pengambilan air sampai lima kali sebelum api benar-benar padam,” paparnya.

Terpisah, Kiai Oing Abdul Muid Shohib yang dikonfirmasi terkait kebakaran di rumah almarhum Kiai Marzuki membenarkannya. Saat kejadian menurutnya kondisi rumah sedang kosong. “Rumah itu selama ini ditinggali Gus Akhlis. Kemarin Gus Akhlis sedang di Setonogedong,” tutur pria yang akrab disapa Gus Muid tersebut.

Terkait adanya santri yang dirawat di RS Lirboyo karena plepeken, Gus Muid juga membenarkannya. Menurut Gus Muid ada sekitar 25 santri yang sempat mendapat pengobatan karena plepeken asap. “Langsung pulang setelah membaik. Hanya plepeken,” tandas pria yang juga ketua DPC PKB Kota Kediri itu.

Apa penyebab kebakaran di rumah almarhum Kiai Marzuki? Gus Muid mengaku tidak bisa menyebut secara pasti. Namun, menurut keterangan beberapa santri, ada yang sempat mendengar ledakan sebelum terjadi kebakaran. “Bisa jadi (kebakaran, Red) karena alat elektronik atau hubungan arus pendek listrik (korsleting, Red),” imbuhnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #damkar #kediri #si jago merah #terbakar #ponpes lirboyo #jawa pos