KEDIRI, JP Radar Kediri- Musim kemarau tidak menjamin kasus demam berdarah dengue (DBD) menghilang. Bulan ini, penyakit yang disebabkan karena sengatan nyamuk aedes aegypti ini menyerang 42 warga di Kabupaten Kediri. Meski ada tren menurun dari bulan sebelumnya, jumlah tersebut tergolong masih tinggi.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro mengimbau masyarakat di Kabupaten Kediri untuk terus waspada. “Total selama lima bulan ini ada 262 kasus,” ucap Bambang.
Rinciannya, pada Januari lalu dinas kesehatan mencatat ada 42 kasus yang ditemukan. Angka itu mengalami peningkatan pada Februari menjadi 64 kasus. Kemudian mulai terjadi penurunan pada Maret dengan jumlah sebanyak 60 kasus. Lalu April menjadi 54 kasus. Sedangkan bulan ini hingga kemarin jumlah warga yang terserang DBD mencapai 42 kasus.
“Tidak ada penambahan kasus kematian,” tegas Bambang. Menurunnya tren penyakit demam berdarah itu karena tempat untuk berkembang biak semakin berkurang. Ada kesadaran bersama di masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Kesadaran melakukan PSN itu sangat dibutuhkan untuk mengurangi berkembangnya nyamuk. “PSN 3M plus adalah pencegahan terbaik untuk mengurangi DBD. Masyarakat harus terus waspada dan tidak bosan untuk melaksanakan program tersebut,” paparnya.
PSN 3M plus tersebut adalah menguras dan menyikat tempat penampungan secara rutin, menutup tempat penyimpanan air, dan memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomi. Bisa dilakukan daur ulang. Adapun tambahannya adalah memelihara ikan pemakan jentik, tidak menggantung pakaian di luar lemari, dan menjaga ruangan agar tidak gelap dan lembab. Kemudian menggunakan obat anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Seperti diberitakan, pada 2024 ini sudah ada empat warga Bumi Panjalu yang meninggal akibat DBD. Semuanya adalah pasien anak-anak. Kefatalan yang berujung meninggalnya pasien itu terjadi karena pasien terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan.
Pasien baru mendapat perawatan setelah dalam kondisi syok atau parah. Sehingga, tidak bisa tertolong. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri meminta masyarakat untuk segera membawa keluarganya ke fasilitas kesehatan terdekat jika menderita demam tinggi selama lebih dari tiga hari.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah