KEDIRI, JP Radar Kediri - Penggerebekan di Perumahan Doko Indah, Ngasem telah menggemparkan warga Kabupaten Kediri. Petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya telah mengamankan Joko Budi Santoso yang diduga terlibat kasus penggelapan uang perusahaan.
Penangkapan itu sempat menghebohkan warga setempat. Ketua RT 46 RW 8 Desa Doko, Ngasem. Budi Santoso mengatakan, jika Joko merupakan warga baru di lingkungannya. Dia baru kontrak rumah di sana.
“Awalnya polisi menunjukkan fotonya dan bertanya apa ini (foto Joko, Red) benar warga sini?” ucap Budi yang saat itu lalu mengantar polisi ke rumah yang dituju.
Budi mengaku tidak mengetahui apa pekerjaan Joko. Termasuk watak aslinya. Sebab, selama tinggal di perumahan itu dia bersama warga lainnya tidak pernah keluar rumah dan bersosialisasi. Dia tertutup.
“Kata warga, saat malam nongkrong di depan pintu. Selain itu, dia (Joko, Red) makan selalu pesan online,” jelasnya.
Parahnya lagi, Joko yang mengontrak di lingkungan mereka mengaku bahwa yang tinggal adalah mertuanya. Sehingga data yang disetorkan itu diklaim sebagai mertuanya.
“Data-data yang dikumpulkan ke kami itu data mertua atau orang tuanya. Jadi bukan dia langsung," jelas Budi.
Pantauan koran ini, pada Senin (6/5) malam, terlihat beberapa mobil tim buser yang terparkir di areal perumahan. Petugas dengan pakaian preman itu melakukan penggeledahan di dalam rumah blok C 44 di Perumahan Doko Indah, Ngasem.
Petugas mengeluarkan dan membawa sejumlah barang-barang seperti kasur yang masih dibungkus. Terlihat juga kandang kucing beserta tiga ekor kucing di dalamnya dimasukkan ke dalam mobil polisi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah