Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mayat Mr X Ditemukan di Sungai Brantas, Polres Kediri Selidiki Orang Hilang di Wilayah Kediri Raya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 9 Februari 2024 | 17:11 WIB
MR X: Petugas mengevakuasi mayat pria tanpa identitas di Bendung Gerak Waruturi untuk dibawa ke RS Bhayangkara.
MR X: Petugas mengevakuasi mayat pria tanpa identitas di Bendung Gerak Waruturi untuk dibawa ke RS Bhayangkara.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Keberadaan mayat Mr X di aliran sungai Brantas Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo pada Rabu (7/2) sore lalu membuat warga setempat heboh. Mayat yang terbawa arus deras sungai terpanjang di Jatim tersebut akhirnya baru bisa dievakuasi sekitar pukul 14.00 kemarin di Desa Jabon, Banyakan.  

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kali pertama mayat pria yang memakai kaus lengan panjang warna biru dongker itu dilihat warga Desa Jongbiru sekitar pukul 16.00. “Pertama kali dilihat warga di sekitar jembatan Jongbiru tap ikan mayat terus terbawa arus air (sungai Brantas, Red),” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno melalui Komandan Tim Lapangan Heri Saputro.

Warga yang melihat mayat mengapung di sungai langsung melapor ke polisi. Kemudian diteruskan ke BPBD Kabupaten Kediri. Dari sana, tim gabungan langsung melakukan pencarian hingga kemarin. “Kami (polisi, Red) melakukan pencarian mayat bersama BPBD sejak semalam (Rabu malam, Red),” sambung Kapolsek Gampengrejo AKP Iwan Setyo Budhi.

Pencarian mayat dilanjutkan kembali kemarin pagi. Tim gabungan menyisir aliran sungai Brantas mulai Desa Putih, Gampengrejo hingga ke arah utara. Hasilnya, sekitar pukul 14.00, mayat yang kondisinya sudah membusuk itu ditemukan di aliran sungai Dusun Manukan, Desa Jabon, Banyakan.

Mayat yang masih memakai songkok warna hitam itu tersangkut di tanaman enceng gondok. Melihat lokasi yang tidak memungkinkan untuk digunakan mengangkat jenazah, petugas BPBD lantas membawa mayat ke Bendung Gerak Waruturi untuk dievakuasi. “Melihat pengalaman sebelumnya, mayat pasti akan berujung di kawasan Waruturi, ternyata benar,” jelas Heri lagi.

Terpisah, Kanitreskrim Polsek Banyakan Aiptu Roni Krisbiantoro menjelaskan, mayat yang memakai celana hitam itu langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum. Di saat yang sama polisi berusaha mengidentifikasi jenazah pria yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun itu.

Dari hasil pemeriksaan, jenazah pria tanpa identitas itu diperkirakan sudah meninggal sejak seminggu. Hal itu terlihat dari kondisi mayat yang membengkak dan membusuk. Demi mengungkap identitasnya, Roni menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian sektor (polsek) jajaran. Terutama untuk mengetahui terkait laporan orang hilang di wilayah masing-masing.

“Sejauh ini belum ada laporan orang hilang sama sekali (di Banyakan, Red). Bisa jadi (laporan orang hilang, Red) itu dari wilayah lain,” jelas Roni sembari menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan wilayah Tulungagung dan sekitarnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #polres #mayat