KEDIRI, JP Radar Kediri- Potensi hujan deras yang disertai dengan angin kencang masih mengancam Kediri Raya. Bahkan, ancaman itu masih akan dirasakan setidaknya hingga pertengahan Februari. Itu mengacu dari prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Ada pertemuan antara massa udara dari utara dan selatan yang memanjang dari barat hingga ke timur. Ini berpotensi untuk membentuk awan-awan hujan,” ujar Forecaster BMKG Stasiun Geofisika Sawahan, Nganjuk Setiyaris. Dia menambahkan, potensi hujan masih sangat besar pada satu pekan ke depan.
Fenomena hujan lebat dan angin kencang ini tidak hanya akan terjadi di Kota Kediri dan sekitarnya saja. Melainkan merata hampir di seluruh wilayah Pulau Jawa.
“Selain itu karena kita juga menuju ke puncak musim penghujan yang diperkirakan jatuh pada Februari,” imbuhnya.
Menurutnya, saat ini awan konvektif lebih mendominasi. Yakni, awan yang juga membawa potensi bencana hidrometerologi seperti angin kencang, puting beliung, dan petir.
Selain itu, hujan deras dalam waktu singkat juga diperkirakan akan sering terjadi. Yaitu, hujan yang pertama kali turun di musim hujan setelah beberapa hari tidak turun hujan.
“Itu perlu diwaspadai. Hujan yang turun pertama nanti biasanya akan disertai angin kencang dan petir,” urainya.
Dengan potensi bencana itu, dia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, penting untuk mengenali lingkungan masing-masing. Agar bisa mendeteksi lebih awal potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.
“Apakah di sekitar kita langganan banjir atau rawan bencana karena berada di dataran tinggi. Itu perlu diwaspadai,” tandasnya.
Sebelumnya, hujan intensitas tinggi dalam waktu yang singkat sempat menyebabkan banyak pohon tumbang. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, hujan yang turun dalam waktu 30 menit pada Rabu (24/1) lalu menyebabkan sedikitnya 10 pohon tumbang. Dalam kejadian itu, beruntung tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu warung yang tertimpa pohon dan satu orang luka ringan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah