Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panggung Roboh, Gus Iqdam Batal Mengaji di Desa Blawe Purwoasri Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 28 Januari 2024 | 14:17 WIB
Brengos Pro Audio for JPRK TERSAPU ANGIN: Satu unit mobil kru Brengos Audio tertimpa rangka rigging panggung yang dipasang di Lapangan Blawe, Purwoasri (26/1).
Brengos Pro Audio for JPRK TERSAPU ANGIN: Satu unit mobil kru Brengos Audio tertimpa rangka rigging panggung yang dipasang di Lapangan Blawe, Purwoasri (26/1).

KEDIRI, JP Radar Kediri - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Jumat (26/1) lalu berdampak pada agenda pengajian Gus Muhammad Iqdam Kholid di Purwoasri. Penceramah asal Blitar itu batal mengaji di Purwoasri karena panggung yang disiapkan di lapangan Desa Blawe, Purwoasri roboh tersapu angin.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, hujan deras melanda Kabupaten Kediri sejak sekitar pukul 13.00. Selang satu jam kemudian, tidak hanya curah hujan yang tinggi. Melainkan juga disertai angin puting beliung.

Nahas, saat angin menerjang Desa Blawe, Purwoasri, kru sedang menyelesaikan pemasangan panggung untuk pengajian.

“Mereka mengabari saya kalau cuaca mendadak mendung dan turun hujan deras,” kata Owner Brengos Pro Audio Heri Setiawan yang sedianya mengundang Gus Iqdam dan Gus Suyanto Nurdin alias Gus Gendeng untuk pengajian dan salawatan.

Sekitar sepuluh menit setelah ditelepon, tiba-tiba Lapangan Blawe diterjang angin kencang. Rangkaian panggung yang belum sepenuhnya selesai dipasang itu pun langsung roboh. Akibatnya, rigging atau rangka panggung menimpa dua unit sepeda motor dan satu unit mobil di lokasi.

Bahkan, beberapa set sound system juga rusak akibat tertimpa material dari besi itu. Di saat yang sama, lapangan juga langsung tergenang air hujan. Melihat kondisi terkini tersebut, Heri memutuskan untuk menunda kegiatan yang sedianya berlangsung pada Jumat (26/1) untuk Gus Gendeng, dan Gus Iqdam pada Sabtu (27/1) malam.

“Sebenarnya kalau dipaksakan bisa saja. Kami ambil alat-alat yang ada di gudang masih ada,” lanjut Heri sembari menyebut pembatalan dilakukan karena penyerapan air di lapangan tak maksimal.

Kalaupun tetap dilanjutkan, menurut Heri kondisi lapangan akan becek. Sehingga, pengajian dan salawatan tetap tidak bisa maksimal. “Kerugian sekitar Rp 100 juta,” terang Heri sembari menyebut acara juga dibatalkan untuk memastikan kru tidak trauma.

Data yang dihimpun media ini menyebutkan, bencana hujan deras disertai angin kencang Jumat siang tidak hanya terjadi di Purwoasri. Melainkan juga di Kecamatan Kunjang dan Kecamatan Plemahan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno menuturkan, sedikitnya 20 pohon yang tumbang di tiga wilayah tersebut. Meski demikian, dia bersyukur tidak ada korban jiwa. “Ada bangunan rusak ringan namun tidak kami data karena bisa ditangani pihak desa. Kami fokus penanganan pohon tumbang,” jelas Stefanus.

Terpisah Kapolsek Purwoasri AKP Irfan Widodo juga membenarkan tentang pembatalan pengajian Gus Iqdam. Irfan menegaskan, bencana di wilayahnya tidak hanya panggung roboh saja. Melainkan juga ada beberapa pohon yang tumbang. “Alhamdulillah sudah tertangani,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#hujan #waspada #badai #Peristiwa