KEDIRI, JP Radar Kediri-Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian Riyan Tri Widodo, 33, kemarin. Untuk mendeteksi keberadaan pencari burung yang hilang di lereng Gunung Kelud tersebut, tim SAR menurunkan anjing pelacak. Terutama untuk mengendus keberadaan bau bangkai yang tercium sejak Senin (27/11) lalu.
Informasi yang dihimpun koran ini, pencarian dimulai sekitar pukul 07.00. Tim SAR gabungan kembali menyisir area hutan di lereng Gunung Kelud dengan membawa anjing pelacak. Namun, keterlibatan hewan spesialis pengendus itu juga belum membawa hasil.
Pencarian harus dihentikan lebih cepat karena hujan deras mengguyur wilayah paling timur Kabupaten Kediri itu. “Untuk sementara (hasil pencarian, Red) masih nihil,” kata Komandan Tim Opsar Basarnas Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo.
Dalam pencarian kemarin, tim SAR gabungan kembali menyusuri rute tempat terciumnya bau busuk di lereng Kelud. Namun, anjing jenis German Shepherd itu belum mendapati hasil. Pun tim pemanjat yang diturunkan ke tebing untuk mengecek secara langsung. “Tidak bisa dijangkau secara langsung, jadi ada yang turun (mengecek, Red) menggunakan tali,” sambung Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kebonrejo, Kepung Suwoko.
Baca Juga: ODGJ Asal Blitar Ditemukan Tewas di Kebun Tebu Ringinrejo Kediri
Lebih jauh Suwoko menyebut pencarian terpaksa dihentikan sekitar pukul 14.30. Sebab, sejak pukul 12.15 wilayah lereng Kelud diguyur hujan deras. Mempertimbangkan keselamatan tim pencari, mereka memutuskan untuk turun ke posko. “Padahal biasanya pencarian baru dihentikan pukul 17.00,” terang Suwoko.
Seperti diberitakan, Riyan pamit pada ibunya untuk pergi mencari burung di lereng Kelud pada Kamis (23/11) pagi. Biasanya, pria berstatus duda itu sudah tiba kembali di rumah sebelum Isya. Namun, hingga Jumat (24/11) pagi dia belum menunjukkan batang hidungnya.
Sebelum melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri dan diteruskan ke Polsek Kepung, warga sempat melakukan pencarian awal. Mereka menyisir area jalur pendakian Gunung Gede di lereng Gunung Kelud. Dari sana mereka mendapati sepeda motor yang biasa dipakai oleh Riyan.
Penemuan sepeda motor itu pula yang mengindikasikan Riyan tersesat di lereng Kelud. Karenanya, sejak Minggu (26/11) lalu tim gabungan melakukan pencarian Riyan di sana. Warga kesulitan mengontak Riyan karena dia masuk ke hutan dengan membawa ponsel tanpa paket data. Melainkan hanya bisa digunakan untuk memancing burung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah