KEDIRI, JP Radar Kediri - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di lereng Gunung Wilis, kemarin siang. Tepatnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen. Petugas gabungan bersama masyarakat lakukan pemadaman secara tradisional. Agar api tidak semakin menjalar.
“Pemadaman dengan alat manual atau sederhana dengan gepyokan,” ujar Humas Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri Dien Arida.
Informasi yang dihimpun koran ini, api diketahui oleh petugas perhutani muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Api membakar serasah dan juga ilalang hutan. Api yang semakin membesar juga sempat merembet ke batang pohon pinus.
Petugas Perhutani, LMDH, beserta masyarakat sekitar yang mengetahuinya lantas langsung berusaha memadamkan. “Yang memadamkan ada 30 orang. Meliputi dari LMDH, masyarakat dan perhutani,” ungkap Dien.
Pemadaman dengan cara tradisional itu dilakukan karena tidak adanya sumber air. Petugas yang lakukan pemadaman sempat alami kesulitan karena kontur tanah yang miring. Sehingga harus berhati-hati. Terlebih lagi tidak menggunakan air.
Dengan usaha ekstra sekitar pukul 13.30 api berhasil dipadamkan. Dien menyebut, sekitar setengah hektar lahan terbakar. Walau demikian tidak sampai menghanguskan pepohonan pinus.
Dien melanjutkan, diperkirakan kebakaran terjadi karena kondisi cuaca yang ekstrem. “Kemarau panjang, panas dan angin kencang menimbulkan gesekan antara dahan pohon kering dan ilalang,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah