Menurut Suyitno, pencurian terjadi saat dia pergi ke Jakarta untuk mengirim telur. “Waktu itu bapak di rumah sendiri. Saya pas di Jakarta,” jelasnya. Sapi itu memang dititipkan di rumah bapaknya. Lokasinya masih satu desa. Setiap hari dia ataupun istrinya berkunjung sekaligus memberi makan lembunya.
Namun Rabu malam tak seperti biasanya. Mereka tak datang memberi makan sapi. Baru besoknya, istri Suyitno datang. Betapa kagetnya, sapi miliknya tinggal satu ekor. Akibat kehilangan sapi umur 2 tahun itu, Suyitno merugi belasan juta. “Dulu pas beli harganya Rp 12,5 juta, kalau sekarang kemungkinan Rp 15 jutaan,” terangnya.
Hilangnya sapi betina itu diperkirakan sekitar pukul 23.30. “Karena jam 23.00 adik ipar Suyitno masih di sini (rumah Bakram),” jelas Mukti Ali, 47, ketua RT3/RW1 di tempat tinggal Bakram.
Ali mengaku, sempat mendengar suara lonceng sapi lewat dekat rumahnya. Namun, dia tidak curiga. Pasalnya, di sebelah rumah memang sering mengangkut sapi untuk di jual. “Tetangga (yang jualan sapi) tak tanya, tadi malam apa ngangkut sapi, dia njawabnya tidak,” ujarnya.
Ali menyebut, di Jabang sudah beberapa kali terjadi kemalingan. Meski begitu tidak ada kegiatan ronda malam. “Karena sibuk dewe-dewe, jadi memang jarang jogrokan ronda,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kras AKP I Nyoman melalui Kanitreskrim Moh. Ihsantoso membenarkan kejadian sapi yang hilang di daerahnya. “Masih dalam penyelidikan,” katanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah