“Dari BPBD Kota Kediri menurunkan SAR dog. Area yang dituju SAR dog ini yang kita bongkar dan cek,” jelas Komandan Tim (Dantim) Pencarian Eko Aprianto.
Satu unit perahulanding craft rubber (LCR) ditambahkan dalam pencarian. Total terdapat lima perahu LCR untukmenyusur Sungai Brantas secara beregu. Dua menyusur dari Bendungan Waru Turi hingga Papar. Dua dari Papar hingga Dam Karet Klaci.
“Satu lagi bantuan perahu dari teman-teman Jombang untuk melakukan pencarian dari (Dam Karet) Klaci sampai (Dam Karet) Jatimlerek,” terang Eko saat ditemui di Posko Pencarian dan Pertolongan di Balai Kelurahan Tosaren sore kemarin.
Adapun tim pencarian kemarin dibagi menjadi empat sektor. Terbagi menjadi tiga tim pencarian Sungai Brantas dengan perahu LCR serta satu tim susur darat. Namun demikian, penyusuran sungai dilakukan kembali di titik yang dicurigai dengan bantuan anjing pelacak. “Seperti di jembatan kembar Jalan Kapten Tendean itu disusur lagi,” tambah Eko yang memaparkan bahwa ada sekitar 50 personel relawan yang dikerahkan kemarin.
Sedangkan menurut ketentuan Pasal 34 ayat 1 UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR dilakukan paling lama dalam jangka waktu tujuh hari. Jika masih belum temui tanda-tanda penemuan, kata Eko, operasi akan ditutup hari ini. “Hari terakhir besok (hari ini) akan dioptimalkan yang ada. Operasi pencarian dengan perahu akanoff,” tegas Eko.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah