Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 Selasa lalu. Winardi, 42, salah satu warga yang tinggal di belakang toko Agogo mengaku mencium bau seperti terbakar sejak pukul 22.00. “Saya pikir hanya asap rokok, sepintas juga seperti ban karet yang terbakar,” katanya ditemui koran ini kemarin.
Selang satu jam kemudian dia keluar dari rumah. Saat itu dia melihat api sudah berkobar di toko Agogo yang sehari-hari menjual onderdil diesel tersebut. Panik, Winardi langsung membangunkan istri dan anak-anaknya untuk menyelamatkan diri.
Di saat bersamaan, warga lain melaporkan kejadian tersebut ke Petugas Memadamkan Kebakaran. Selang 15 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Saat itu api sudah menyebar di dua toko Agogo milik Balga. Bahkan, toko ayam geprek yang ada di sampinginya juga ikut ludes terbakar. “Api baru padam sekitar pukul 01.50 Rabu dini hari,” lanjutnya.
Pantauan koran ini kemarin, tiga toko yang terbakar masih dipasang garis polisi. Pintu toko tersebut terlihat tertutup rapat. Kapolsek Pare AKP Bowo Wicaksono yang dikonfirmasi tentang kebakaran di toko onderdil diesel itu membenarkannya. “Api pertama kali muncul dari toko Agogo Teknik,” tutur Bowo.
Ditanya tentang penyebab kebakaran secara pasti, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini mengaku belum bisa menyebabkan secara pasti. Sebab, semuanya masih dalam penyelidikan Polres Kediri. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” lanjut Bowo.
Sementara itu, Fitri Khusnul Halfa, 51, ibu Balga menjelaskan, kerugian yang diderita anaknya sekitar Rp 1 miliar. Sebab, hampir semua barang dagangan berupa onderdil diesel itu hangus. “Ya mungkin yang masih bisa diselamatkan besi lonjoran. Itu juga harus dibersihkan dulu,” terang Fitri.
Terkait musibah yang terjadi di toko anaknya, Fitri mengaku sangat terpukul. Demikian pula anaknya yang langsung syok. “Dia pingsan. Makanya saya juga harus menguatkan,” paparnya sembari menitikkan air mata mengingat kejadian Selasa malam lalu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah