Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dishub Sebut Sopir Bus Abaikan Kondisi Mesin

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 30 Januari 2023 | 17:09 WIB
PERIKSA KERUSAKAN: Petugas dishub dan satlantas memeriksa kondisi bus yang terguling karena kecelakaan tunggal di Dusun Munenglor, Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri (26/1). (Foto: Habibah A. Muktiara)
PERIKSA KERUSAKAN: Petugas dishub dan satlantas memeriksa kondisi bus yang terguling karena kecelakaan tunggal di Dusun Munenglor, Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri (26/1). (Foto: Habibah A. Muktiara)
KABUPATEN, JP Radar Kediri– Kecelakaan tunggal bus di Dusun Munenglor, Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri karena faktor human error. Namun ada antisipasi yang dapat dilakukan agar kejadian tidak terulang. “Jadi mindset sopir jika terjadi kecelakaan ini karena remnya blong,” terang Kepala UPT Pengujian Kendaraan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Kusnendar.

Dia menjelaskan, bus tersebut remnya blong. Jauh-jauh hari rem sudah terasa ada masalah. Tidak bisa dijaring langsung dan membutuhkan pompa. Namun kebanyakan sopir ini mengabaikan. Tidak langsung diperbaiki. “Hal itu jadi penyebab kecelakaan,” kata Kusnendar.

Dari beberapa kasus bukan karena blong, tetapi terjadi gagal fungsi. Gagal fungsi dalam rem ini karena angin yang menyuplai brake sudah habis. Karena biasanya klakson ini dijadikan satu dengan rem. Penggabungan rem dan klakson seharusnya tidak boleh, karena angin hanya untuk menyuplai pengiriman.

“Disamping itu, dari prosedur untuk pengemudi dari manajemen PO ini tidak ada,” imbuhnya. Dalam arti tidak ada, seperti jumlah bus ini ada 10 bus. Sehingga perlu memperhitungkan jumlah sopir dan jumlah sopir cadangannya.

Selain itu, juga prosedur melajukan bus. Seharusnya saat berada di tanjakan atau turunan ini terdapat prosedur kecepatan. “Biasanya saat turunan, kendaraan tidak gigi pendek atau kecil melainkan menggunakan gigi empat lima,” kata Kusnendar.

Dengan gigi empat ini seolah jalanan biasa. Padahal jika jalanan menurun ini harus menggunakan gigi kecil. Saat menggunakan gigi kecil, mesin akan mederung yang menghasilkan angin disuplai ke penampungan angin. Dan membuat rem masih berfungsi.

Kecelakaan bus Bagong Surabaya-Tulungagung yang dikendarai Zaini, 55, terjadi Kamis (26/1). Dari pemeriksaan tim pengujian kendaraan dishub dalam keadaan bagus. Hanya saja tidak bisa memastikan anginnya berapa tidak dapat diketahui. Dimana angin ini sudah full atau sesuai dengan bar atau belum.

Seperti diketahui, kecelakaan bus dikemudikan oleh warga Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk disebabkan melaju terlalu ke kiri. Pada saat itu bus dengan 60 penumpang ini berusaha menghindari mobil tidak dikenal yang melaju dari arah berlawanan. Kebetulan di jalan terdapat truk berhenti karena mogok, yang membuat jalan menikung itu menjadi sempit. Beruntung tidak ada korban jiwa.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#dishub kota kediri #bus terguling #dishub #kecelakaan bus #kecelakaan