Gempat tercatat terjadi pukul 19.26. Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa dengan magnitude 5,6 itu terjadi di titik koordinat 8.99 lintang selatan, 111.16 bujur timur. Dekat dengan Pacitan, sekitar 70 kilometer arah selatan.
“Tidak hanya wilayah Karesidenan Kediri, gempa juga dirasakan hingga Jogja dan Jawa Tengah,” terang Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Sumber Harto.
Harto mengatakan, gempa punya kedalaman 10 kilometer. Kekuatan gempa itu pada level II hingga III skala MMI (Modified Mercally Intensity) di lintas daerah hingga provinsi.
Di Jawa Timur, gempa terasa mulai di Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, dan Pacitan. Adapun di Jogja daerah yang merasakan adalah Gunungkidul, Bantul, Kota Jogja, Sleman, dan Kulonprogo. Sedangkan yang Jawa Tengah terasa di Wonogiri, Purworejo, hingga Cilacap.
Di beberapa daerah getaran gempa masuk level II skala MMI. Yaitu di Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen.
“Ini termasuk gempa tektonik yang tidak berpotensi tsunami,” lanjutnya.
Dari analisa BMKG, Harto menjelaskan, bila gempa bumi ini tegolong sebagai gempa bumi dangkal. Disebabkan adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghujam di bawah lempeng Eurasia. Mekanisme gempa ini memiliki pergerakan naik.
Peristiwa gempa ini bisa memunculkan gempa susulan. “Masyarakat tetap diimbau tenang dan tidak panik,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Harto juga meminta agar warga menghindar dari bangunan yang kondisinya rapuh seperti retak atau rusak. Ia juga mengimbau warga memeriksa dampak bangunan yang kena getaran gempa.
“Sampai sekarang kami belum menerima ada informasi kerusakan akibat gempa tersebut khususnya di Kediri Raya,” akunya sembari melakukan konfirmasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Edy Suprapto mengatakan, tidak ada laporan yang masuk pasca-terjadinya gempa tersebut. “Sejauh ini masih nihil kerusakan,” kata Kalaksa Edy.
Yang menurutnya patut diwaspadai saat ini adalah ancaman cuaca ekstrem. Seperti kemarin, peringatan dini dari BMKG menyebutkan dua kecamatan berpotensi terjadi hujan lebat adalah Mojo dan Kras. Yang paling berbahaya ketika hujan lebat itu terjadi di wilayah pegunungan seperti Mojo. Sebab, rawan terjadi longsor.
Karena itu, Edy mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ektrem. Terutama hujan lebat dalam waktu yang lama dan angin kencang. Dia meminta warga mencari tempat aman saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi seperti itu. Editor : Anwar Bahar Basalamah